Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
19 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
15 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
13 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
17 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
12 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
19 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Mutasi Iwan Bule, Mabes Polri Yakinkan Publik Bukan Karena Kasus Habib Rizieq

Soal Mutasi Iwan Bule, Mabes Polri Yakinkan Publik Bukan Karena Kasus Habib Rizieq
Irjen M Iriawan. (istimewa)
Jum'at, 21 Juli 2017 12:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pihak Mabes Polri membantah bahwa mutasi Irjen M Iriawan karena masih ada dua kasus besar yang belum tuntas.

Khususnya, terkait kasus teror Novel Baswedan dan chat porno pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab yang ditangani Polda Metro Jaya saat dipimpin Iriawan.

"Tidak ada (masalah soal kasus). Justru ini adalah apresiasi dari pimpinan (Kapolri) ke Kapolda Metro Jaya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri, Jumat (21/7/2017).

Menurut Rikwanto, selama ini Iriawan telah menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Metro Jaya dengan baik. Salah satunya, saat penggagalan penyeludupan sabu 1 ton. Termasuk, mengawal jalannya Pilkada DKI Jakarta dengan baik.

Maka dari itu, Iriawan diberikan jabatan yang lebih strategis sebagai Asisten Operasi Kapolri. Untuk menjalankan tugas lebih besar, seperti perhelatan Sea Games, maupun Pemilihan Pilpres 2019.

"(Kapolri) membutuhkan seseorang yang sudah berpengalaman dalam mengelola situasi dan mengelola yang ada di Mabes Polri," terangnya.

Untuk diketahui, mutasi Iriawan tertuang dalam surat telegram rahasia Kapolri nomor ST/1768/VII/2017, yang dikeluarkan Kamis (20/7) kemarin.

Jabatan yang ditinggalkan Iriawan sebagai Kapolda Metro Jaya, akan diteruskan Irjen Idham Azis. Idham sendiri sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

Sedangkan Iriawan ditunjuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi Asisten Operasi Kapolri menggantikan Irjen Unggung Cahyono. ***

wwwwww