Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Badminton

Kemarau Panjang, Warga Lamteh Dayah Aceh Besar Salat Istisqa

Kemarau Panjang, Warga Lamteh Dayah Aceh Besar Salat Istisqa
Warga Gampong Lamteh Dayah, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, melaksanakan salat Istisqa atau salat meminta hujan, Senin (24/7/2017). [Hafiz Erzansyah]
Senin, 24 Juli 2017 15:29 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
JANTHO - Seratusan warga gampong Lamteh Dayah‎, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, melaksanakan salat Istisqa atau salat meminta hujan, di halaman masjid gampong setempat, Senin (24/7/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

Amatan GoAceh, masyarakat setempat antusias melaksanakan salat Istiqa ini. Selain para warga beserta perangkat gampong, salat meminta hujan ini juga diikuti Kapolsek Sukamakmur, Ipda Suriya beserta sejumlah personelnya. Selain itu, siswa sekolah dasar (SD) gampong setempat juga turut melaksanakan salat ini.

?Kepala Mukim Lam Leu, Ridwan mengatakan, selama dua bulan ini sejak bulan Ramadan lalu, di kawasan gampongnya tidak pernah turun hujan. Hal ini membuat sawah warga yang sebagian besarnya berprofesi sebagai petani mengalami kekeringan.

"?Salat Istiqa ini kita laksanakan untuk memohon diturunkan hujan dengan izin Allah, selama ini sawah kami kekeringan dan tanaman padi kami yang sedang berbuah terancam rusak dan tidak bisa hidup," ujarnya kepada wartawan saat diwawancarai.

?Ia menjelaskan, persawahan di gampong tempat tinggalnya ini mencapai 300 hektare yang rata-rata kering karena tidak mengalirnya air. "Irigasi yang biasanya tidak bisa diharapkan karena Waduk Indrapuri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air di sawah-sawah," katanya.

?Kemarau panjang yang melanda kawasan Aceh selama ini menimbulkan beberapa efek kekeringan di sejumlah kawasan Aceh Besar, seperti persawahan warga yang sangat gersang. Selain itu, sumber air di kawasan Mata Ie, Aceh Besar, juga dilanda kekeringan, termasuk tempat pemandian.

Ridwan berharap, agar dalam waktu dekat ini hujan dapat turun sehingga kebutuhan air untuk di persawahan warga gampong dapat terpenuhi. "Kita berharap hujan bis turun dengan izin Allah. Rencananya besok juga masih kita laksanakan salat Istisqa di kemukiman yang lain," tambahnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Badminton, PON
wwwwww