Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
6
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Home  /  Berita  /  PON

Pegiat LSM Prihatin pada Kondisi Lingkungan di Pidie

Pegiat LSM Prihatin pada Kondisi Lingkungan di Pidie
Ilustrasi [greenpecae]
Kamis, 28 September 2017 22:00 WIB
Penulis: Amiruddin

SIGLI - Bupati Pidie, Roni Ahmad, menjadi salah satu pembicara dalam The Governor Climate and Forest Task Force Annual Meeting (GCF-TF), yang diselenggarakan di Balikpapan, Rabu (27/9/2017) kemarin. Kegiatan ini membicarakan kondisi isu iklim global di dunia.

Namun, pegiat lembaga swadaya masyarakat mengaku prihatin terhadap kondisi hutan di Pidie yang semakin kritis. Hal ini diutarakan Pengurus LSM Blang Raweu, Bukhari, kepada wartawan, Kamis (28/9/2017).

“Bupati membahas kondisi iklim dunia, namun kondisi hutan dan lingkungan di Pidie sendiri sudah sangat rawan. Kerusakan hutan dan lingkungan tanpa adanya pencegahan tegas dari pihak Pemkab Pidie,” katanya.

Ia mencontohkan, kondisi hutan lindung di Pidie yang telah dijarah oleh pelaku ilegal loging dan warga yang membuka lahan. Selain itu, hampir seluruh sungai di Pidie, telah dikeruk untuk kepentingan tambang perusahaan.

“Kegiatan penambangan emas ilegal di Pidie juga bukan semakin menurun, namun justru meningkat. Ini menunjukkan apa yang disampaikan Roni Ahmad pada acara itu hanya lip service belaka," jelas Bukhari.

Baru-baru ini, tambahnya, Pemkab Pidie sedang gencar-gencarnya mengembangkan lokasi wisata Lingkoek Kuwieng di Kecamatan Padang Tijie dengan cara membangun jalan menuju lokasi wisata tersebut. Padahal, katanya, lokasi tersebut merupakan lahan kritis (produksi) dan termasuk kawasan hutan yang harus dilindungi.  

"Ini aneh, di tingkat nasional Bupati bicara perlindungan hutan dan lingkungan, di sini  pemkab membuka akses dalam hutan yang dilindungi dengan alasan wisata. Galian C merajalela, ilegal loging masih terus dijalankan. Belum lagi kelanjutan tambang emas milik rakyat di Geumpang," Jelas Bukhari. 

Editor:TAM
Kategori:PON
wwwwww