Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Riau

Pelaku Usaha di Siak Dapat Bantuan Jaminan Halal dari Kementrian Koperasi dan UKM RI

Pelaku Usaha di Siak Dapat Bantuan Jaminan Halal dari Kementrian Koperasi dan UKM RI
Tim LPPOM MUI Risu survey lapangan di kecamatanan Tualang dan Siak
Kamis, 28 September 2017 12:11 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Sebanyak 17 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kabupaten Siak, mendapat sertifikasi halal yang dibiayai oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Menurut Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM, Noni Paningsih, adanya sertifikasi halal tersebut bisa memberi nilai tambah kepada UMKM. Selain itu, akan mampu membuka peluang pasar yang besar untuk produk UMKM.

"Sertifikasi Halal ini merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Produk makanan yang sudah diberi label halal MUI nantinya akan berdampak pada peluang pasar yang besar," kata Noni beberapa waktu yang lalu.

Noni menambahkan, bantuan tersebut diberikan kepada UMKM yang berlokasi di kecamatan Siak, Mempura, Bungaraya, Tualang dan Kandis. Gunanya sebagai standarisasi produk dalam era masyarakat ekonomi ASEAN.

"Saya optimis, sertifikasi halal akan meningkatkan penjualan mereka minimal kepercayaan ke produk UKM semakin baik," ujarnya.

Dijelaskannya, produk makanan UMKM yang mendapatkan sertifikasi halal harus memiliki Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) atau izin dinas kesehatan. Untuk tahun 2017 ini, Dinas Koperasi dan UMKM telah melakukan pendampingan membuat PIRT sebanyak 150 UKM. Ini dilakukan agar tahun depan banyak pelaku usaha yang menerima bantuan sertifikat halal tersebut.

"Tim dari MUI Riau telah melakukan survey pada tanggal 25-27 September kemarin. Mudah-mudahan November mendatang sertifikat halalnya sudah bisa diserahkan," jelasnya.

Sementara, Yuliarti salah seorang petugas dari LPPOM MUI Riau, mengatakan, LPPOM-MUI selaku lembaga pemberi sertifikat halal di Indonesia menganut dan menerapkan prinsip zero tolerance atau halal harus 100 persen. Jika tidak memenuhi prinsip tersebut maka berarti tidak halal dan wajib dihindari.

Sedangkan sertifikat halal itu sendiri memiliki beberapa manfaat seperti diantaranya untuk meningkatkan kepercayaan konsumen atas produk yang dikeluarkannya.***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww