Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
3
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
9 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Sanksi Sekolah Siswa Sisipan, Disdik Sumut Terkesan tak Serius

Sanksi Sekolah Siswa Sisipan, Disdik Sumut Terkesan tak Serius
Kamis, 28 September 2017 22:18 WIB
Penulis: Anita
MEDAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara (Sumut) terkesan tak serius memberikan sanksi kepada pihak sekolah yang kedapatan menerima siswa sisipan.

Sebab, hingga kini belum ada diberikan surat pelimpahan sanksi kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut.

Kepala BKD Sumut, Khaiman Turnip menyatakan, pihaknya belum ada menerima surat rekomendasi apapun dari Disdik Sumut tentang sanksi terhadap sekolah yang melanggar.

"Belum ada surat apapun dari Dinas Pendidikan," sebutnya saat dikonfirmasi, Kamis (28/9/2017).

Dia menyebutkan kalau hukuman disiplin itu dasarnya pada PP 53 tahun 2010 merupakan wewenang atasan.

"Yang mengatakan di BKD siapa tolong konfirmasi sama Dinas pendidikan jangan lempar tanggung jawab," tegasnya.

Kasi Kurikulum dan Penilaian SMA Dinas Pendidikan Sumut, Saut Aritonang yang dikonfirmasi merasa terkejut dan heran mendengar pernyataan kepala BKD Sumut.

"Sudah kita sampaikan, mungkin belum sampai kepada beliau (Kepala BKD)," sebutnya ketika dihubungi.

Namun walaupun demikian, kata dia, pihaknya akan mengklarifikasi lagi terkait sanksi kepada kedua Kepsek itu.

"Saya tidak bisa jawab sanksinya seperti apa. Saya tanya dulu lagi sama Pak Kadis," jawab dia.

Menyikapi statamen Kepala BKD Sumut, Saut mengatakan, kalau terkait sanksi kepegawaian ada di BKD.

"Tapi kalau kata beliau (kepala BKD) itu keputusan atasan (Kadis), akan saya sampaikan lagi kepada Kadis Pendidikan," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, hasil temuan Ombudsman Perwakilan Sumut masih ada sekolah yang nekat menerima siswa tanpa melalui sistem tersebut. Para siswa tersebut justru diterima setelah pelaksanaan PPDB Online berakhir.

Hasil investigasi Ombudsman Perwakilan Sumut, di SMA Negeri 13 Medan ada sekitar 72 siswa yang diterima tanpa PPDB Online. Sedangkan, SMA Negeri 2 Medan ditemukan sebanyak 180 siswa.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Umum, Olympic, PON
wwwwww