Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Oesman Sapta: Waspadalah, Indonesia saat Ini Banyak Intervensi dari Luar Negeri

Oesman Sapta: Waspadalah, Indonesia saat Ini Banyak Intervensi dari Luar Negeri
Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR di Palembang.
Selasa, 10 Oktober 2017 16:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dihadapan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 200 Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia, Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta meminta agar para mahasiswa tidak gampang menyerah dalam mencapai cita-cita, meskipun kondisi ekonomi tidak selalu mendukung.

Menurutnya, jika ada usaha yang keras dan pantang menyerah, apapun cita-citanya pasti akan dapat dicapai.

"Yang penting tidak lupa untuk berbakti kepada orangtua, terutama kepada ibu. Karena doa seorang ibu sangat mustajab. Bahkan demikian tingginya derajat seorang ibu, agama Islam memberikan kemuliaan kepada para ibu, tiga kali lebih besar dibanding bapak," ujar Oso.

Hal ini ungkapkan Oesman Sapta saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, sekaligus membuka Konggres BEM dan Dewan Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam se Indonesia ke 4, yang berlangsung di Auditorium UIN Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (10/10/2017).

Ikut Hadir pada acara tersebut anggota MPR Kelompok DPD Abdul Aziz, Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono dan rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Sirozi MA, serta civitas akademika UIN Raden Fatah Palembang.

Oso lantas mencontohkan dirinya yang sudah yatim saat usia 8 tahun. Ia lalu menjajakan rokok dipelabuhan untuk membantu ibunya.

"Para buruh itu utang rokok sama saya, tapi saat ditagih mereka tidak mau bayar, dan saya malah ditempelengnya. Tetapi saya tidak putus asa dan terus bekerja", kata Oso menambahkan.

Saat usia 15 tahun Oso lantas bekerja sebagai buruh angkut di pelabuhan. Dan dengan cara itu ia bisa membelikan kain buat ibunya. Dan sejak itu ia terus berusaha, sampai akhirnya menuai sukses, berkat doa sang ibu dan kerja keras yang selalu ia lakukan.

Selain itu, Oso juga mengingatkan, saat ini bangsa Indonesia terus mendapat acaman dan intervensi dari bangsa asing. Masih kata dia, mereka (luar negeri, red) ingin menguasai potensi yang dimiliki Indonesia.

"Karena itu para mahasiswa harus selalu waspada, terutama jebakan narkoba yang sengaja dimasukkan ke Indonesia, untuk merusak generasi muda," pungkasnya.***

wwwwww