Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Pembentukan Densus Anti Korupsi, Laode: KPK tidak Ada Konflik dengan Polri

Soal Pembentukan Densus Anti Korupsi, Laode: KPK tidak Ada Konflik dengan Polri
Istimewa.
Senin, 16 Oktober 2017 22:22 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menegaskan, tidak ada konflik terbuka antara KPK dengan Polri sehingga muncul ide pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi.

“Saya pikir tidak ada konflik terbuka Polri dengan KPK,” tegas Syarif usai rapat gabungan Kapolri, Menkumham, Kejaksaan,KPK dengan Komisi III DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (16/10/2017).

Syarief tidak ingin menilai kehadiran Densus Tipikor akan melemahkan kinerja KPK. "Untuk sementara kami tidak berpikiran begitu," tegasnya.

Menurut dia, Densus Tipikor Polri merupakan kebijakan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk memperbesar dan memperkuat unit di Polri dalam penyelidikan serta penyidikan kasus-kasus korupsi. Sementara, kata dia, komisi antirasuah tetap menjalankan amanat UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK.

Sementara itu, Tito mengklaim kehadiran Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi tidak akan membubarkan KPK.

“Pertama sudah kami sampaikan ini bukan bertujuan membubarkan KPK. Tidak juga mengurangi kewenangan kejaksaan,” katanya.

Jenderal bintang empat itu menyatakan, Densus Tipikor dan KPK serta Kejagung nanti berbagi tugas.

“Lihat saja dalam 15 tahun sudah berapa ribu orang di tangkap, tapi (persoalan korupsi) juga belum selesai,” ungkapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Teropongsenayan.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww