Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Demi Bertahan Hidup, Banyak Toko Offline Terpaksa Banting Harga

Demi Bertahan Hidup, Banyak Toko Offline Terpaksa Banting Harga
Minggu, 29 Oktober 2017 10:45 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta menuturkan persaingan bisnis yang sengit dengan industri ritel e-commerce membuat pebisnis ritel yang masih mengandalkan penjualan melalui toko fisik (offline) terpaksa memangkas harga jual produk mereka. Cara tersebut dilakukan agar mereka dapat tetap bertahan di bisnis ini.

Menurut Tutum, banyak toko offline memotong harga mencapai 80 persen pada beberapa department store. ''Itu strategi, marketing, biar nggak mati toko. Tapi kalau nggak bisa juga ya mereka tutup,'' ujarnya di Jakarta pada Sabtu (28/10).

Pedagang, kata Tutum, harus mempunyai celah agar bisnis yang dijalaninya terus bertahan. Salah satunya dengan mengikuti online.

Presiden Joko Widodo menurutnya sudah sangat melek digitalisasi, sehingga pemerintah mengikuti alur digitalisasi juga. Karyawan pun menurut Tutum hendaknya memiliki jiwa kewirausahaan di dalam diri untuk mendongkrak kehidupannya. ''Instagram secara masif digunakan untuk jualan, masyarakat manfaatkan itu," kata Tutum. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:republika.co.id
Kategori:Badminton, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww