Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Umum

Pengamatan InOMN di Lhokseumawe Terkendala Cuaca

Pengamatan InOMN di Lhokseumawe Terkendala Cuaca
Bulan hasil amatan mahasiswa Astronomi IAIN Lhokseumawe menggunakan teleskop, Sabtu (28/10/2017) malam.
Minggu, 29 Oktober 2017 11:02 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Pengamatan bulan dalam rangka memperingati International Observe the Moon Night (InOMN) atau malam pengamatan bulan internasional di Kota Lhokseumawe terkendala cuaca, Sabtu (28/10/2017) malam.

Kepala Pusat Studi Ilmu Falak LPPM IAIN Lhokseumawe, Teungku Ismail kepada GoAceh menyebutkan, pengamatan bulan yang dilakukan di halaman Akademik IAIN Lhoksuemawe tidak berlangsung lama, karena bulan ditutupi oleh awan hitam akibat kondisi cuaca mendung.

“Sebelumnya kita merencanakan pengamatan dilakukan di halaman Perpustakaan, karena kondisi tempatnya kurang mendukung kemudian pindah ke halaman Akademik. Pengamatan bulan hanya bisa dilakukan satu jam, sekira pukul 18.30 WIB hingga 20.00 WIB, setelah itu bulan ditutupi awan mendung,” katanya.

Ismail menambahkan, pengamatan bulan itu bertujuan untuk mengedukasikan masyarakat tentang segala sesuatu yang ada di sisi bulan. Menurutnya, masyarakat selama ini mengatakan di dalam bulan itu ada pepohonan, namun setelah diamati ternyata hanya bentuk kawah saja. 

Salah seorang mahasiswa Jurusan Astronomi  Islam IAIN Lhokseumawe, Muhammad Fauzi mengatakan, pengamatan bulan menggunakan teleskop pengalaman pertama yang dirinya lakukan. Pasalnya jurusan tersebut baru pertama kali dan baru tahun ini ada di perguruan tinggi tersebut.

“Ini baru pertama kali saya coba, dan kali ini bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, bahwa ilmu falak atau astronomi islam ini penting untuk dipelajari oleh mahasiswa, karena ini sangat dibutuhkan di Kementerian Agaman di masa mendatang,” katanya.

Dikabarkan sebelumya, Pusat Studi Ilmu Falak LPPM IAIN Lhokseumawe akan memperingati InOMN di halaman Gedung Perpustakaan IAIN Lhokseumawe, Sabtu (28/10/2017) dari sore hingga malam. Kegiatan itu dilakukan sesuai dengan kesepakatan InOMN tahun 2017 yang jatuh pada 28 Oktober 2017 bertepatan pada seperempat awal bulan Safar 1439 H.

Pantauan GoAceh, puluhan mahasiswa jurusan Astronomi Islam atau Ilmu Falak mengatami bulan menggunakan tiga teleskop di halaman Akademik IAIN Lhokseumawe mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Umum
wwwwww