Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
21 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
21 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara
Carut Marut Papan Iklan & Billboard

Pengusaha Advertising tak Menghargai Pemko Medan

Pengusaha Advertising tak Menghargai Pemko Medan
Ilustrasi
Senin, 30 Oktober 2017 20:29 WIB
Penulis: Yeni Sitorus
MEDAN - Selain pendiriannya yang sudah melanggar aturan, billboard dan videotron di atas pos polisi mulai tidak sesuai dengan peruntukkannya. Artinya konten pada billboard atau videotron yang ada saat ini, dinilai sudah banyak menyalahi.

"Contohnya di Jalan Sudirman depan air mancur Bank Mandiri. Bukannya sosialisasi tentang bahaya narkoba atau soal lalu lintas, konten iklan malah dibuat untuk pemberitahuan sebuah acara. Inikan tentu gak pas lagi penempatannya," kata Anggota DPRD Medan Irsal Fikri kepada wartawan, Senin (30/10/2017).

Lemahnya pengawasan dan penindakan yang dilakukan Pemko terhadap hal itu, menurutnya menjadi faktor utama. Bahkan Sekretaris Fraksi PPP DPRD Medan ini menyebut, pengusaha iklan di Medan sudah tidak menghargai Pemko lagi meski sebelumnya telah terjalin kerja sama dengan Polrestabes Medan, atas keberadaan produk mereka di atas pos polisi.

"Kalau memang kontennya edukatif dan mencerdaskan masyarakat, kita setuju. Tapi janganlah lari dari semangat sarana itu dibangun. Besok-besok bisa saja seluruh baliho atau videotron di atas pos polisi diisi oleh gambar-gambar calon kepala daerah, dan calon-calon legislatif. Pemko maunya sigap akan hal itu," katanya.

Masih Irsal, kehadiran pos polisi yang didirikan di atas aset pemerintah selama ini sudah salah kaprah. Sebab peruntukkan yang seharusnya sebagai sarana publik, justru dialihfungsikan untuk kepentingan bisnis oknum-oknum tertentu. "Kami (DPRD) tentu menyayangkan semakin semrautnya Kota Medan lantaran banyak fasum yang disalahgunakan, dan dialihfungsikan. Belum lagi tuntas persoalan reklame di 13 ruas, pos polisi malah dijadikan lapak berkampanye," katanya.

Berdasarkan pengamatannya, pernah terdapat tiga titik billboard berbau kampanye berdiri di atas pos polisi. Pertama di Jalan Sisingamangaraja atau persis disamping Taman Sri Deli Medan, kemudian di depan Kantor PDAM Sumut, dan pos polisi di Jalan Pancing/Wiliem Iskandar. Dari ketiga papan reklame itu, jelas terlihat memuat salah seorang bakal calon dalam Pilgubsu 2018, di mana mengucapkan Selamat Idul Adha 1438 H.

Kondisi ini mendapat sorotan tajam DPRD Medan. "Itukan fasum (fasilitas umum), masak diperuntukkan promosi seorang balon kepala daerah, ini tentu contoh yang tidak baik," beber dia. Atas dasar itu ia meminta Kapolrestabes Medan Sandi Nugroho untuk mengevaluasi ulang kerja sama (MoU) antara Polrestabes Medan dengan pengusaha advertising.

"Ya, MoU itu bukan barang haram untuk dievaluasi. Fakta di lapangan hari ini melihat Medan yang kian semraut, di mana di atas pos polisi dijadikan ajang kampanye, menjadi dasar buat kami meminta Polrestabes Medan di masa Pak Sandi Nugroho, untuk mengevaluasi kerja sama tersebut. Sudahlah tak ada untungnya bagi kas daerah, malah menambah rusak estetika kota," paparnya.

Kepada Pemko Medan melalui instansi terkait, dirinya juga minta segera bertindak dengan fakta yang terjadi di lapangan.

"Jangan tutup mata, Wali Kota Medan harus menginstruksikan instansi terkait membongkar billboard yang menyalah tersebut. Satpol PP sebagai instansi tunggal penegak perda, juga harus cepat bertindak," katanya yang menambahkan sudah mengetahui perihal billboard berbau kampanye tersebut.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Olympic, PON
wwwwww