Pemerintah Bantu Bangun Lima Venue PON 2020 Papua

Pemerintah Bantu Bangun Lima Venue PON 2020 Papua
Azhari/GoNews.co.
Rabu, 01 November 2017 00:34 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020, Papua tak berjalan sendirian dalam menyiapkan venue. Provinsi paling timur di Indonesia ini akan dapat bantuan dari pemerintah pusat.

Hal demikian diutarakan Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno pada Rapat Koordinasi dan Konsultasi dengan tema "Sinergitas dan Harmonisasi Seluruh Pemangku Kepentingan Olahraga dalam Meningkatkan Prestasi Menuju Sukses Asian Games 2018" di Jakarta. Rapat ini diikuti seluruh KONI Provinsi dan induk organisasi olahraga (PB/PP), Senin-Selasa (30-31/10).

Menurut Suwarno, pemerintah pusat bakal memberikan bantuan dengan membangun lima arena pertandingan. "Venue bantuan pusat adalah kolam renang, velodrom, hoki, kriket dan bulu tangkis," kata Suwarno.

Hingga saat ini, lanjut dia, Pemprov Papua sedang menyelesaikan tahap perencanaan. Diharapkan, proses itu akan berakhir pada Desember 2017.

"Dengan konsep yang sudah dibuat, Papua menyampaikan nanti akan ada 38 cabang olahraga. Tapi belum final karena ini baru proses persiapan venue," ungkap Suwarno.

Dia menambahkan, jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan tersebut bisa saja berkurang. Hal itu terjadi jika Papua tidak siap dengan venue yang ada.

"Sebaliknya, mungkin juga akan bertambah apabila Papua ingin menambah cabor karena merasa siap. Jadi jumlah 38 cabor itu bersifat sementara," terangnya.

Dijelaskan, Papua bakal mengkebut pembangunan arena pertandingan pada tahun depan. Sedangkan satu tahun sebelum PON digelar, mereka akan menyelesaikan revonasi bangunan.

"Prioritas pada 2018 adalah menyelesaikan bangunan baru. Kemudian pada 2019 merenovasi bangunan yang ada sesuai kebutuhan," katanya.

Sementara itu, upaya KONI Pusat untuk menggelar PON Remaja kembali tertunda. Setelah gagal digelar di Jateng pada tahun ini akibat tak dapat restu dari Kemenpora, KONI harus gigit jari lagi lantaran multievent untuk atlet usia muda tersebut tak bisa digelar di Kaltim pada tahun depan.

Menurut Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, masalah PON Remaja akan dibahas kembali pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2018.

"Saat ini, untuk PON Remaja 2018 yang direncanakan di Kaltim sementara ditunda karena Kaltim akan ada Pilkada tahun depan. Kami akan carikan waktu yang tepat nanti pada RAT 2018," ujar Tono.

Pihaknya tak akan mencoret kegiatan PON Remaja karena event ini bisa dimanfaatkan untuk menjaring atlet muda berbakat. Apalagi, program tersebut juga sesuai dengan aturan baru, yaitu Perpres No.95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional.

"PON Remaja ditawarkan ke pemerintah sebagai solusi untuk mendapatkan atlet muda berbakat sesuai Perpres. Mau tak mau KONI beserta unsur-unsurnya menyiapkan atlet pelapis usia muda. Jadi (PON Remaja) ini tidak dihapus," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Olahraga, DKI Jakarta, Papua

wwwwww