Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  PON

38 KK Warga Fakir Aceh Utara Tinggal di Barak Bekas Rohingya

38 KK Warga Fakir Aceh Utara Tinggal di Barak Bekas Rohingya
Barak yang ditinggalkan pengungsi Rohingya di Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. [Istimewa]
Jum'at, 24 November 2017 16:29 WIB

LHOKSUKON -  Sebanyak 38 kepala keluarga (KK) dari 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara tinggal di shelter (barak) bekas hunian pengungsi Rohingya di Gampong Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur. Puluhan warga tersebut merupakan penduduk fakir dan tidak memiliki rumah.

Koordinator barak, Razali Daud kepada GoAceh, Jumat (24/11/2017) mengatakan, pasca-ditinggalkan oleh pengungsi Rohingya, pihaknya mengirim surat pemohonan kepada Pemkab Aceh Utara, agar shelter tersebut dapat dihuni oleh penduduk fakir yang tidak memiliki rumah.

“Kita menempati barak ini sejak 5 November 2016 lalu, rata-rata yang tinggal di sini masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dan tidak memiliki rumah,” katanya.

Razali menambahkan, permohonan warga tersebut diterima oleh pemerintah supaya aset yang sudah ada itu supaya tidak rusak dan dijarah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karenanya, puluhan kepala keluarga itu dibiarkan menempati barak tersebut.

“Di sini yang menjadi kendala kami tidak memiliki mata pencarian, seandainya pemerintah mau meberikan bantuan berupa ternak maupun sawah pasti akan lebih mudah. Apalagi masih ada 26 orang anak-anak yang tinggal di sini masih menduduki bangku pendidikan,” imbuhnya.

Amanatan GoAceh, barak tersebut saat ini dalam kondisi baik setelah diperbaiki, karena sebagian mengalami kerusakan pasca-ditinggal Rohingya akhir 2016 lalu.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww