Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
20 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
2
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
Peristiwa
19 jam yang lalu
Sepasang PNS yang Pingsan Bugil dalam Kijang Innova Ternyata Pejabat Dinas Pendidikan
3
Istri Polisi Sekap dan Aniaya Bidan dalam Poskesdes, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit
Peristiwa
20 jam yang lalu
Istri Polisi Sekap dan Aniaya Bidan dalam Poskesdes, Korban Harus Dirawat di Rumah Sakit
4
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
10 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
5
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
6
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
8 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Majelis Zikir Hubbul Wathon Tolak Rencana Trump Jadikan Yerussalem sebagai Ibukota Israel

Majelis Zikir Hubbul Wathon Tolak Rencana Trump Jadikan Yerussalem sebagai Ibukota Israel
Istimewa.
Kamis, 07 Desember 2017 14:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Arus informasi di linimasa bergerak cepat seiring dengan bergulirnya isu Presiden Donald Trump yang ingin jadikan Jerusalem sebagai Ibukota Israel.

Berawal dari wacana pemindahan Kedubes AS dari Israel ke Yerusalem, sampai pada diskursus pindah ibukota.

Menanggapi fenomena ini, Sekjend Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Hery Haryanto Azumi menyampaikan penolakan keras atas upaya serampangan ini.

"Presiden Trump sama saja memancing tumbuhnya Radikalisme dimana-mana. Apa yang selama ini dibangun bersama-sama dalam konsensus damai, malah ingin diruntuhkan dengan wacana kontra-produktif ini," imbuhnya.

Hery menilai, Trump sudah secara sadar menjerumuskan dunia kepada konflik yang tak berkesudahan.

Atas nama Majelis Dzikir Hubbul Wathon, Hery meminta Presiden Jokowi untuk memimpin negara-negara di dunia dalam mewujudkan harmoni dunia dan mengajak para pemimpin dunia yg lain utk membuat konsensus perdamaian yg lebih permanen.

Hal ini disampaikan di sela-sela acara "Teleconference dan Ngaji Kitab Hadhrotus Syeikh KH. Hasyim Asy'ary" bersama Habib Umar bin Hafidz dan Jajaran Syuriah PBNU di PBNU tanggal 06 Desember 2017.

Hery berharap semua ormas dan kelompok lintas agama bersatu untuk menjadikan Jerusalem kota suci bersama. ***


wwwwww