Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
16 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
12 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Riau

Pansus DPRD Riau Bahas Ranperda Karhutla, Masyarakat Boleh Bakar Lahan Kalau Hanya Seluas 2 Hektar

Pansus DPRD Riau Bahas Ranperda Karhutla, Masyarakat Boleh Bakar Lahan Kalau Hanya Seluas 2 Hektar
Hardianto
Jum'at, 08 Desember 2017 02:08 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Panitia Khusus ( Pansus) DPRD Riau membahas Rancangan Peraturan daerah (Raperda) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karlutha), Kamis, (07/12/2017). Salah satu hal yang akan dibahas dalam perda tersebut adalah pemberian izin kepada masyarakat umum untuk membakar lahan seluas maksimal 2 hektar.

Hal itu dibenarkan oleh Hardianto selaku Ketua Tim Pansus Karhutla di gedung DPRD Riau kepada GoRiau.com. Disebutkannya, hal itu sesuai dengan isi Undang-Undang No 32 Tahun 2009 Pasal 69.

Pada pasal 69 ayat 1 huruf (h) menyatakan setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Namun, kemudian dijelaskan pada pasal 69 ayat 2, ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf (h) memperhatikan dengan sungguh-sungguh kearifan lokal di daerah masing-masing.

Menurutnya, dalam pasal 69 inilah sebagaimana dimaksud ayat 2, ada ruang bagi masyarakat untuk memiliki izin membakar lahannya. Namun, ada pula ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh masyarakat sesuai dengan kearifan lokalnya.

"Kan dalam Pasal 69 Undang-Undang No.32 Tahun 2009 ini, membuka ruang bagi masyarakat kita untuk membakar lahan. Tapi tentu ada kaidah-kaidah yang harus dijaga sesuai kearifan lokal yang berlaku," ujarnya.

Ketentuan-ketentuan itu diantaranya adalah jenis tanah, pemasangan sekat-sekat untuk membatasi lahan yang di bakar, dan sebagainya yang masih dalam pembahasan.

"Nah ini akan kita perjelas lagi, sejauh mana kita akan mengaplikasikan undang-undang tadi. Kita menjunjung tinggi supremasi hukum ini, terhadap kondisi-kondisi yang terjadi di Provinsi Riau," ungkapnya. ***

wwwwww