Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Tahun 2018 di Aceh Barat akan Dibangun Pabrik Olahan Kayu

Tahun 2018 di Aceh Barat akan Dibangun Pabrik Olahan Kayu
Foto bersama usai pembukaan kegiatan RPJM Kabupaten Aceh Barat di aula Bappeda setempat, Rabu (13/12/2017). [Aidil Firmansyah]
Rabu, 13 Desember 2017 13:10 WIB
Penulis: Aidil Firmansyah

MEULABOH - Tahun 2018 di Kabupaten Aceh Barat, dalam program pembangunan telah disusun, investor asal Belanda akan membangun pabrik olahan kayu dengan mengelola kebun seluas 9.000 hektare yang disediakan oleh Pemkab setempat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Barat, Ramli MS, Rabu (13/12/2017), usai pembukaan kegiatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten di aula Bappeda setempat.

Dikatakannya, pembangunan pabrik yang diberikan nama PT Woyla ini hendak melakukan peremajaan pohon karet. Nantinya, menghasilkan bahan mentah dan akan diekspor ke luar negeri. "Ekspor seperti ke Jepang dan Cina, kita sediakan lahan mereka yang kelola, namun, nama perusahaan memakai nama daerah kita," katanya.

Menurutnya, akibatnya minimnya pendapat asli daerah (PAD) di Aceh Barat, dirinya berinisiatif untuk terus melobi berbagai pihak ketiga agar menanamkan modal di Aceh Barat terutama di sektor pertanian.

Dengan hadirnya PT Woyla nanti lanjutnya, akan mampu menyerap tenaga kerja mencapai 3.000 orang, sehingga ini menjadi suatu capaian dalam meningkatkan perekonomian melalui terbukannya lowongan kerja.

"Belanda telah menawarkan modal untuk peremajaan pohon karet sebanyak 34.000 hektar, tapi kita hanya membuka 9000 hektare di Aceh Barat," ujar Ramli kepada wartawan.

Dijelaskannya, pada pertengahan Januari 2018 nanti PT Woyla akan mulai mengurus segala bentuk admistrasi sesuai yang berlaku menurut undang-undang. PT Woyla pun nantinya akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan di Jakarta.

"Kemarin sudah dilakukan survei oleh tim kita dan perwakilan dari Jakarta menlihat kondisi wilayah kita yang hendak dilakukan peremajaan pohon karet, tahun depan sudah mulai gerak," jelasnya. 

 
 

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Ekonomi
wwwwww