Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
13 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
17 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
9 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
Home  /  Berita  /  PON

Warga Pedalaman Aceh Utara Dipersenjatai "Meriam Karbit"

Warga Pedalaman Aceh Utara Dipersenjatai Meriam Karbit
Warga pedalaman Gampong Cot Girek, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara saat latihan pengusiran gajah liar, Rabu (20/12/2017). [Sarina]
Rabu, 20 Desember 2017 17:04 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSUKON - World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia membekali dan mempersenjatai “meriam karbit” kepada puluhan warga Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Meriam karbit itu sebagai upaya pemecahan masalah konflik antara gajah dan warga setempat, Rabu (20/12/2017).

Pantauan GoAceh, kegiatan turut didampingi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh itu diikuti puluhan warga Gampong Cot Girek, perempuan. Sebagaimana diketahui, selama ini kebun warga pedalaman Aceh Utara sering dikunjungi gajah-gajah liar.

Pelatih dari WWF, Samsuardi Sulam mengatakan, kegiatan simulasi tersebut dilakukan untuk menguatkan masyarakat supaya memiliki kemampuan melakukan intigasi konflik gajah. Apalagi selama ini kawasan Cot Girek salah satu daerah konflik gajah yang sangat tinggi.

“Hari ini selain kita memberikan materi terkait penggiringan pengusiran terhadap gajah agar aman terhadap manusia dan binatang itu sendiri, kita juga mengajarkan dan memfasilitasi warga dengan “meriam karbit” salah satu alat pengusir gajah,” katanya.

Samsuardi juga menyarankan kepada masyarakat, ketika melakukan penanganan konflik gajah harus kompak dan bersama-sama tidak bisa sendiri-senediri. Kepada pemerintah daerah WWF mengharapkan supaya membantu masyarakat untuk menangani masalah konflik gajah.

Keuchik Gampong Cot Girek, Samsul Hadi mengatakan, dalam seminggu hampir tiga kali gajah liar masuk ke pemukiman warga. Selama ini mereka mengusir gajah-gajah tersebut dengan alat seadanya.

“Alhamdulillah, dengan adanya simulasi seperti ini dan juga cara pembuatan meriam karbit oleh WWF dan BKSDA dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk menghalau gajah liar yang masuk ke pemukiman warga,” imbuhnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww