Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
2
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
3
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
4
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
5
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
6
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
8 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Penguatan Manegemen, Komunitas Pembela Masjid Gelar Diskusi

Penguatan Manegemen, Komunitas Pembela Masjid Gelar Diskusi
Minggu, 14 Januari 2018 20:56 WIB
Penulis: Kamal
MEDAN – Komunitas Pecinta dan Pembela Masjid Sumatera Utara, Senin (15/1/2018) akan menggelar diskusi tentang penguatan manegemen  Masjid dengan tema ‘Kuatakan Managemen Masjid untuk Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat’ di Hotel Garuda Citra, Jalan SM Raja Medan.

Diskusi digelar setelah ketua Komunitas Pecinta dan Pembela Masjid Sumatera Utara, Anwar Bakti melakukan studi banding selama sepekan di Masjid Jogokaryan, Jalan Jogokariyan Nomor 36 Yogyakarta.

Sebagai pembicara, pada diskusi yang rencananya dihadiri seluruh elemen pembela dan pengurus Masjid di Sumut ini, Forum Masjid Sumut akan menghadirkan Shohibul Anshor Siregar, Faisar Ananda Arfa dan Muhammad Norman.

“Masjid Jogokaryan hanya Masjid kampung yang sederhana.  Akan tetapi, soal manajemen dan kemakmuran rumah ibadah, Masjid ini layak ditiru. Sebab, usai sholat, shubuh para jemaah akan diberikan sarapan berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya.,” ujar Anwar Bakti ketika ditemui di kediamannya, Jalan Bambu Medan, Minggu (14/1/2018).

Oleh sebab itu, Anwar menjelaskan, dirinya bersama tim melakukan studi banding ke masjid tersebut selama sepekan.

“Nah, hasil studi kita di Jogokaryan akan dipaparkan sekaligus didiskusikan sebagai penguatan peran masjid di Sumut,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, banyak hal yang dapat ditiru dari Masjid Jogokaryan terlebih soal pengelolaan serta melimpahnya jumlah jemaah di setiap waktu sholat, termasuk shubuh.

“Masjid ini tidak tergantung dengan infak. Bahkan, dengan manajemen yang profesional, Masjid Jogokariyan justru membantu kehidupan ekonomi warga sekitar. Tidak hanya itu, Masjid Jogokariyan mampu menjadikan ekonomi berbasis Masjid sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” ungkap Anwar.

Berbeda dengan kebanyakan pengurus Masjid yang mengumumkan saldo infak bernilai jutaan rupiah, Masjid Jogokariyan justru selalu berupaya agar pada tiap pengumuman, saldo infak hanya nol rupiah.

“Alasannya sangat sederhana. Saldo yang sangat besar akan menyakiti tatkala sebagian warga yang sakit namun tidak punya biaya untuk berobat  atau ada warga miskin yang tidak bisa bersekolah, dan lainnya namun uang di kas masjid melimpah,” imbuhnya.

Maka dari itu, kata Anwar, lewat diskusi ini nantinya semua hadirin dapat mengetahui apa dan bagaimana sesungguhnya peran Masjid itu dalam membangktikan perekonomian ummat.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, PON
wwwwww