Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
11 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
Nasional
20 jam yang lalu
Belasan Tahun Raih WTP, DPD Targetkan Zero Temuan Tahun Depan
3
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
23 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
4
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
22 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
5
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
24 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
6
Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan  
MPR RI
22 jam yang lalu
Bamsoet Dorong Semua Komunitas Pemukiman Patuhi Protokol Kesehatan  
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

NU : Aksi Donor Darah Sebagai Wujud Solidaritas Sosial

NU : Aksi Donor Darah Sebagai Wujud Solidaritas Sosial
Minggu, 11 Februari 2018 18:46 WIB
Penulis: Gus
ASAHAN - Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Asahan melaksanakan aksi donor darah, Minggu (11/2/2018) yang diselenggarakan di Kantor NU Asahan Kota Kisaran. Sebanyak 20 peserta donor ikut ambil bagian pada kegiatan tersebut.

Selain untuk mengumpulkan stok darah, acara ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa solidaritas sosial di kalangan Nahdhiyin.

Supian Ketua NU menjelaskan dari peserta yang mendaftar rata-rata banyak yang lolos sementara sebagian kecil yang tidak lolos karena tekanan darah dan hemoglobinnya tidak memenuhi syarat.

"Sebanyak 20 peserta donor untuk tahun ini, ikut dalam kegiatan. Semoga dari donor darah ini bisa membantu," harap Supian.

Wakil Sekretaris NU, Ustadz H. Raja Dedi menambahkan, pihak PMI cabang Asahan juga turut membantu dalam hal pengadaan alat dan teknis operasional donor darah.
Aksi donor darah berlangsung dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 14.00 siang.

Jangka waktu ini disesuaikan dengan prosedur kegitan donor darah sendiri yang membutuhkan darah dari pendonor yang belum banyak melakukan aktivitas. Selain itu, para calon pendonor juga diharuskan memenuhi beberapa persyaratan medis ketika akan mendonorkan darahnya. Meliputi tensi darah dan berat badan yang ideal, kecukupan waktu tidur, tidak dalam keadaan haid, tidak berpenyakit, dan tidak mengonsumsi obat minimal sejak sehari sebelumnya.

"Ketika kita mendonorkan darah, kita tidak pernah tahu siapa yang akan menggunakannya. Disitulah letak solidaritas sosial, dimana kita peduli dan berkontribusi untuk seseorang tanpa mengenalnya terlebih dulu," ujar Ustadz Muda H. Raja Dedi ini.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Peristiwa, Umum

wwwwww