Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Polres Asahan Amankan Pembuat Senjata Rakitan

Polres Asahan Amankan Pembuat Senjata Rakitan
Kapolres Asahan melalui Kasat Reskrim bersama barang bukti senjata rakitan yang diamankan
Senin, 19 Februari 2018 20:15 WIB
Penulis: Gus
ASAHAN - Ahmad Bakri Siregar (35) warga Dusun IV, Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, Asahan ini diamankan Polres Asahan karena terbukti membuat atau merakit senjata jenis AK 47. Selain menangkap pelaku, petugas juga mengamankan 3 pucuk  senjata rakitan jenis AK 47  dan  8 pucuk senjata yang sedang dirakit.

Kapolres Asahan AKBP Kobuk Syahrin Ritonga melalui Kasat Reskrim AKP Arif Batu Bara saat menggelar kegiatan tersebut, Senin (19/2/2018) mengatakan, pelaku ditangkap karena adanya laporan masyarakat terkait kegiatan pelaku didalam rumahnya.

Pelaku yang sehari - hari bekerja sebagai tukang bengkel ini mengetahui merakit senjati dari internet. Dari hasik pemeriksaan terhadap pelaku, beberapa pucuk senjata sudah laku terjual dengan harga per pucuk Rp 200 ribu.

Keterangan pelaku, merakit senjata tersebut hanya dipergunakan untuk mengusir monyet. Kemudian pelurunya pun hanya dari kelereng bukan menggunakan amunisi. Begitupun pelaku dikenakan pasal 1 UU darurat no. 12/Drt/thn 1951 dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman 20 tahun penjara.

"Pelaku saat masih dilakukan pemeriksaan secara intensif. Kita akan kenakan pasal 1 UU darurat dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman 20 tahun penjara terhadap pelaku," jelasnya.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww