Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
11 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Beladiri

Lagi, Oknum PNS Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan Jadi Pegawai di Pemprov Riau, Korban Mengaku Setor Uang Ratusan Juta Rupiah

Lagi, Oknum PNS Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan Jadi Pegawai di Pemprov Riau, Korban Mengaku Setor Uang Ratusan Juta Rupiah
Selasa, 20 Februari 2018 09:36 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru, Riau kembali menerima laporan terkait kasus penipuan yang diduga melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS). Kali ini korbannya mengaku sudah memberikan uang Rp173 juta.

Laporan atas dugaan penipuan serupa sebetulnya sudah berkali-kali terjadi, di mana terlapornya oknum ASN, yang menjanjikan korbannya bisa diterima menjadi pegawai dengan menyetor sejumlah uang 'pelicin'.

Kali ini korbannya berinisial EJ, wanita berusia 38 tahun. Ia melapor ke Polresta Pekanbaru atas dugaan penipuan, dengan terlapornya oknum PNS/ASN berinisial YI. Kasus tersebut berawal ketika korban dijanjikan untuk masuk jadi pegawai di Pemprov Riau.

Adapun antara korban dan YI sudah saling kenal. Dalam laporan polisinya dikatakan, kalau YI juga seorang ASN di Pemprov Riau. Percaya dengan iming-iming tersebut, EJ pun menyanggupi membayar sejumlah uang agar bisa menjadi pegawai.

Nominal senilai Rp250 juta. Korban kemudian menyerahkan uang secara bertahap dengan totalnya sekitar Rp173 juta. Saat itulah EJ menyadari kalau itu diduga hanya akal-akalan saja, setelah YI tak bisa lagi dihubungi.

Penasaran, EJ pun menyelidiknya. Telusur punya telusur, ternyata oknum ini dikabarkan sudah lama tidak masuk kerja/dinas. Disebutkan dalam laporannya, YI ini selaku staf di kantor Gubernur Riau. Selain tidak bisa dihubungi, ia juga tak dapat ditemui.

Atas alasan tersebut, korban pun membuat laporan resmi ke Polresta Pekanbaru. Ini dibenarkan Kasubag Humas Iptu Polius Hendriawan pada Selasa (20/2/2018) pagi. "Sudah dilaporkan, kerugian korban dalam kasus ini Rp173 juta," singkat Polius. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww