Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Ekonomi
24 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
2
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
18 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
3
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
20 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
4
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
Olahraga
20 jam yang lalu
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
5
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
Politik
17 jam yang lalu
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
6
Lima Pemain Absen Latihan Perdana Persik Kediri
Sepakbola
17 jam yang lalu
Lima Pemain Absen Latihan Perdana Persik Kediri
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Anggota Dewan 'Terperangkap' dalam Aksi Saling Dorong Personil dan Mahasiswa yang Ingin Masuk Gedung DPRD Riau

Anggota Dewan Terperangkap dalam Aksi Saling Dorong Personil dan Mahasiswa yang Ingin Masuk Gedung DPRD Riau
Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di kantor DPRD Riau, kamis sore
Kamis, 22 Februari 2018 17:47 WIB
Penulis: Winda Turnip
PEKANBARU - Dalam aksi unjuk rasanya menolak Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang MD3, ratusan mahasiswa kukuh meminta pihak DPRD Riau untuk mengizinkan perwakilannya memasuki Gedung DPRD Riau, Kamis (22/2/2018) sore.

Kendati pihak DPRD Riau yang tampak diwakili Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman dan Sunaryo serta Sekretaris Komisi III Suhardiman Amby, menyatakan pihaknya menyetujui aspirasi mahasiswa dan akan menyampaikan hal itu ke DPR RI secepatnya.

Pantauan GoRiau.com, Kamis, gabungan BEM se-Indonesia yang tidak puas akan jawaban tersebut kemudian bersepakat untuk menahan anggota dewan yang tengah berada diantara mahasiswa. Aksi saling dorong pun tak dapat terelakkan, karena massa menuntut untuk dapat masuk bersama.

"Tahan anggota dewan, kita ikuti dia masuk ke DPRD, kalau tidak masuk berarti anggota dewan sama sekali tidak menghargai kehadiran kita disini,"ujar salah satu koordinator aksi.

Aksi tersebut bahkan melibatkan mahasiswa perempuan yang sebelumnya memang sengaja ditempatkan di barisan terdepan, berhadapan dengan polisi wanita atau polwan.

Namun, meski situasi sempat 'memanas', keadaan dapat dikendalikan gabungan kepolisian dan TNI, sehingga ketiga anggota dewan 'terbebas' dan kembali ke Gedung.

Kendati gagal dalam usaha untuk memasuki gedung, mahasiswa masih bertahan dan meminta kepolisian mengijinkan mereka melaksanakan Shalat Ashar di Masjid dalam wilayah DPRD Riau. Mereka kemudian memberi ultimatum, akan memberi waktu beberapa menit, jika tetap tidak diijinkan maka akan memaksa masuk dengan mendobrak gerbang. ***

Kategori:Peristiwa

wwwwww