Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Eksekutif dan Legistatif Aceh Diminta Utamakan Ideologi Kepentingan Rakyat

Eksekutif dan Legistatif Aceh Diminta Utamakan Ideologi Kepentingan Rakyat
ilustrasi
Rabu, 28 Februari 2018 21:21 WIB

LHOKSUKON – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Malikussaleh, Kamaruddin Hasan, meminta eksekutif dan legislatif di Aceh untuk mengedepankan ideologi kepenting rakyat agar segala sesuatu yang terjadi di pemerintahan tidak berimbas buruk pada publik.

 “Yang harus dilakukan sekarang adalah, eksekutif dan legislatif harus mengedepankan ideologi kepentingan rakyat. Jangan saling memanfaatkan suatu kelompok dan waktu sesaat, sebab itu akan berimbas pada masyarakat,” kata Kamaruddin Hasan menanggapi soal keterlambatan pengesahan APBA.

Kamaruddin Hasan setuju dengan pendapat LSM di Aceh yang menyebutkan keterlambatan pengesahan APBA merupakan wujud buruknya pemerintahan.

“Kita ketahui bersama, antara legislatif dengan eksekutif tentu beda bendera. Tetapi dinamika itu harus diubah dan mereka harus memikirkan kepentingan bersama dalam membangun Aceh,” ujarnya lagi.

LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai eksekutif dan legeslatif tidak serius melakukan pembahasan anggaran.

“Ini menunjukkan sikap kenak-kanakan elit Aceh dalam menjalankan amanah rakyat. Walau secara regulasi dimungkinkan RAPBA 2018 disahkan dengan peraturan kepala daerah, namun ini menjadi preseden buruk dalam perencanaan dan penganggaran Aceh,” kata Koordinator MaTA, Alfian.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:Aceh, Ekonomi
wwwwww