Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
22 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
16 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Riau

Sungai Bawang di Kuansing Dibanjiri Limbah, Banyak Ikan yang Mati

Sungai Bawang di Kuansing Dibanjiri Limbah, Banyak Ikan yang Mati
Warga menangkap ikan yang mengapung di Sungai Bawang. Tampak sungai berwarna hitam pekat, diduga tercemar limbah pabrik.
Kamis, 01 Maret 2018 19:52 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Masyarakat Petai Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau heboh dengan perubahan air Sungai Bawang yang melintasi desanya. Air yang awalnya jernih tiba-tiba berubah warna menjadi hitam pekat.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/3/2018) siang. Melihat banyak ikan yang mengapung, warga pun langsung menghubungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing dan Polsek Singingi Hilir.

"Kami melihat ini limbah pabrik, kuat dugaan kita berasal dari limbah pabrik yang beroperasi di hulu sungai," ujar Rio Irawan, Ketua Pemuda Desa Petai kepada GoRiau.com, Kamis (1/3/2018) malam.

Menurut Rio, hitamnya air sungai membuat ikan mengapung. Masyarakat berharap, pemerintah segera menemukan sumber dari limbah.

"Jika benar ini limbah pabrik, kita minta perusahaan bertanggungjawab," tegas Rio.

Sementara itu, Jafrinaldi selaku Kepala DLH Kuansing menyatakan bahwa pihaknya sudah mengambil sampel air sungai yang diduga tercemar limbah.

"Tim turun bersama Polres dan Polsek untuk mengambil sampel. Sampai jam 17.30 Wib, tim masih di lapangan," ujar Jafrinaldi.

Jika memang itu limbah pabrik, lantas perusahaan mana sumbernya? Menjawab hal ini, Jafrinaldi belum bisa memastikan. Sebab, sebelum memutuskan zat yang mencemari sungai, DLH perlu melakukan pengujian di labor.

"Sampai saat ini, belum ada laporan dari tim terkait sumber limbah. Sabar ya," pungkas Jafrinaldi.***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww