Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Djarot Mengaku Belum Temukan Pasar Tradisional Yang Bagus di Medan

Djarot Mengaku Belum Temukan Pasar Tradisional Yang Bagus di Medan
Jum'at, 02 Maret 2018 15:01 WIB
Penulis: rel

MEDAN - Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Djarot Saiful Hidayat bersama istri Heppy Farida mengunjungi Pasar Simpang Limun Medan, Jumat (2/3/2018).

Djarot dan istri berbelanja kebutuhan sehari-hari sekaligus bersilaturahmi dengan para pedagang dan pembeli di pasar tradisional tersebut.

Dalam kesempatan itu Djarot berupaya agar pasar-pasar tradisional khususnya di Kota Medan tersebut tertata dengan rapi dan nyaman dikunjungi. Ini semua butuh tindakan nyata dari semua pihak.

‘’Harusnya pasar-pasar tradisional itu bersih, tertata rapi, terang, tidak jorok, sampah diolah dengan baik, sehingga pembeli dan pedagang itu nyaman,’’ ucap Djarot.

Selama keliling di Kota Medan, Djarot mengaku belum menemukan pasar yang bagus. ‘’Banyak keluhan dari warga, mulai dari banjir, bocor, jorok, sampah. Ini tidak bisa dibiarkan. Bahkan jalan saja kita harus nunduk-nunduk karena takut kebentur,’’ tuturnya.

Djarot menyebutkan jika kita berpihak pada wong cilik ini harus diubah dan diperbaiki. ‘’Kondisi pasar-pasar tradisional harus direvitalisasi dengan mengangkat ekonomi kerakyatan, termasuk memberdayakan pedagang-pedagangnya, seperti dikasi kredit KURS agar pedagang tidak kena rentenir,’’ ucapnya.

Untuk itu Djarot menyebutkan tantangan ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah kota saja, tapi juga tanggungjawab dari pemerintah provinsi.

‘’Yang dilihat itu pemerintah, masyarakat tidak peduli itu pemerintah kota, provinsi atau pusat. Yang dinilai itu pemerintah. Ada nggak sih perhatian dan tindakan serta action dari pemerintah,’’ sebut Djarot.

Editor:wen
Kategori:Sumatera Utara, Metropolitan, PON
wwwwww