Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
6
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Djanur Sebut Perbedaan Skuad Utama dan Pelapis PSMS Makin Tipis

Djanur Sebut Perbedaan Skuad Utama dan Pelapis PSMS Makin Tipis
Djajang Nur Jaman. (Istimewa)
Jum'at, 09 Maret 2018 21:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MEDAN - Skuad PSMS tampaknya sudah matang untuk diturunkan di kompetisi Liga 1 2018. Kompetisi kasta tertinggi ini dijadwalkan mulai pada Jumat 23 Maret 2018 mendatang.

Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman alias Djanur, mengatakan kesiapan tim untuk berkiprah di Liga 1 2018 terlihat dari makin tipisnya perbedaan antara skuat utama dan pelapis.

Meski tidak ada status pemain inti atau cadangan, Djanur tetap memiliki pemain yang biasa diandalkan di tiap posisi. Nah, pemain andalan itulah yang harus memiliki pelapis, supaya bila ada cedera atau skors pertandingan, kekuatan tim tidak menjadi goyah.

Dari pengamatan Djanur dalam uji coba PSMS vs Gumarang FC yang berakhir 5-1 di Stadion Kebun Bunga, Kamis kemarin, para pemain yang selama ini jarang diturunkan, mampu memperlihatkan konsisten dan permainan yang stabil.

"Semua sudah dapat kesempatan bermain, sehingga saya bisa menentukan proyeksi ke depan. Sudah tahu kualitas para pemain pelapis," ujar Djanur.

Sedangkan evaluasi yang juga harus dilakukan adalah persoalan penyelesaian akhir. Djanur mengatakan dalam uji coba melawan Gumarang FC, PSMS seharusnya bisa menang lebih dari skor 5-1.

"Lima gol menurut saya masih minim. Penyelesaian akhir harus dievaluasi lagi, begitu juga bagaimana memaksimalkan bola pasif," ujar Djanur. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, Sumatera Utara
wwwwww