Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
15 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
12 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
11 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
7 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
8 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton

Alhamdulillah, Kejaksaan Depok Akan Bagikan Aset First Travel ke Korban

Alhamdulillah, Kejaksaan Depok Akan Bagikan Aset First Travel ke Korban
Para korban First Travel melakukan unjuk rasa menuntut uang mereka dikembalikan atau mereka diberangkatkan. (Istimewa)
Kamis, 05 April 2018 16:29 WIB

JAKARTA - Puluhan calon jemaah umrah korban penipuan bos First Travel menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat, Kamis 5 April 2018. Dalam orasinya mereka menuntut agar aset para terdakwa tidak disita oleh negara, namun segera diproses sebagai pengganti kerugian.

"Kami korban ingin kejelasan, berangkat umrah atau uang dikembalikan," teriak salah satu korban asal Tanah Abang, Jakarta, Ulfaningsih di depan gerbang kantor Kejaksaan.

Para pengunjuk rasa ini berharap, jaksa bisa berpihak pada korban, agar aset yang telah disita saat ini tidak diambil alih oleh negara.

"Kami menolak pailit First Travel. Saya harus diberangkatkan atau uang saya dikembalikan. Jangan diulur-ulur waktu, saya sudah cukup lama bersabar sejak 2015," kata Karsanah, yang juga korban perusahaan tersebut.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah korban ini, akhirnya menemui titik terang. Pihak Kejaksaan bersedia melakukan mediasi dengan perwakilan korban dan kuasa hukum. Dari pertemuan tersebut dicapai kesepakatan, yakni pihak Kejaksaan akan membentuk tim penghitungan aset. Tim ini melibatkan kuasa kuasa hukum para korban.

"Kita harus kembalikan aset-aset ini kepada korban. Karena korban banyak, maka perlu ada tim yang bertanggung jawab dalam mendistribuskan kepada klien mereka masing-masing," kata Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari

Wacana pembentukan tim ini, lanjut Sufari, terbuka untuk umum. Artinya, semua korban melalui kuasa hukum boleh hadir untuk membahas hal tersebut. "Kami ingin tim aset ini sudah terbentuk sebelum sidang tuntutan tanggal 23 April mendatang."

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:viva.co.id
Kategori:DKI Jakarta, Ekonomi, Olympic, PON, Badminton
wwwwww