Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
17 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
20 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
17 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Nelayan Aceh Timur Kembali Selamatkan Pengungsi Rohingya yang Terombang-ambing di Laut

Nelayan Aceh Timur Kembali Selamatkan Pengungsi Rohingya yang Terombang-ambing di Laut
Sabtu, 07 April 2018 14:21 WIB
ACEH - Nelayan Aceh Timur kembali menyelamatkan pengungsi Rohingya dari Myanmar yang terombang-ambing di laut beberapa hari lalu. Mereka kemarin diserahkan ke kantor Imigasi Kota Langsa.

Wakil Kepala Polda Aceh Brigjen Pol Supriyanto Tarah mengatakan, warga Rohingya itu diselamatkan karena unsur kemanusiaan. Namun bukan berarti mereka akan ditampung atau diterima.

"Tidak, karena kita bukan International Organization for Migration (IOM). Kita hanya menjadi tempat transit mereka," ujarnya saat berbincang di Polda Aceh, Aceh, Sabtu, (7/4).

Yanto menerangkan, untuk sementara saja warga Rohingya ditampung di Aceh. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Myanmar untuk masalah ini.

Namun biasanya, kata Yanto, Kedubes Myanmar sendiri enggan menerima mereka. "Makanya akan kita serahkan ke IOM atau UNHCR. Nanti kita akan salurkan."

Pengungsi Rohingya yang datang ke Aceh pada 2016 silam, banyak yang melarikan diri. Beberapa yang tinggal, diserahkan ke Medan. Sebab di sana ada rumah penampungan imigran.

"Di Aceh tidak ada penampungan jadi kita serahkan ke Medan," kata Yanto.

Diberitakan sebelumnya, lima warga Rohingya diselamatkan nelayan Aceh Timur dengan menggunakan Kapal Motor Karunia King sekitar 176 mil dari daratan Aceh Timur.

Mereka terombang-ambing di laut sekitar 20 hari. Lima dari rombongan itu ada yang meninggal dunia karena kekurangan makan, sakit, dan lain sebagainya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:jawapos.com
Kategori:PON, Badminton, Aceh
wwwwww