Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  PON

Pedagang di Pasar Pagi Bireuen Wajib Pindah Akhir Mei Ini

Pedagang di Pasar Pagi Bireuen Wajib Pindah Akhir Mei Ini
Pedagang pasar pagi dan pedagang di Jalan T Hamzah Bendara Bireuen segera dipindahkan ke pasar induk, menyusul dibangunnya jalan dua jalur, Minggu (8/4/2018). (foto joniful bahri)
Minggu, 08 April 2018 17:37 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memberi limit waktu pemindahan seluruh pedagang di pasar pagi, Capa Utara atau depan rumah sakit umum daerah (RSUD) dr Fauziah setempat hingga akhir Mei ini.

Selanjutnya para pedagang harus berjualan di Pasar Induk Cureh, Kota Juang, Bireuen  menyusul pembangunan pelabaran jalan dua jalur di kawasan itu.

Hal itu ditegaskan Kadisperindagkop dan UKM Bireuen, Darwansyah kepada GoAceh, Minggu (8/4/2018) setelah putusan rapat dinas, di Aula Pendopo setempat,  terkait relokasi pedagang dari pasar pagi Bireuen dan sepanjang Jalan T Hamzah Bendahara ke Pasar Induk Cureh.

“Awalnya pedagang yang ada di pasar Bireuen telah kita himbau untuk dapat pindah ke pasar induk yang telah rampung dibangun hingga akhir Maret kemarn. Namun pedagang meminta  penundaan usai lebaran Idul Fitri 2018,” kata Darwansyah.

Penundaan tersebut akhirnya dikabulkan setelah pembahasan bersama DPRK Bireuen, mengingat para pedagang dapat berjualan hingga akhir bulan Ramadhan. Tapi kemudian adanya  proyek pembangunan pelebaran Jalan T Hamzah Bendahara.

“Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani kemarin, maka ditentukan langkah oleh pemerintah. Hal ini untuk kelancaran pembangunan jalan dua jalur di depan RSUD dr Fauziah hingga depan pendopo, maka harus segara dipindahkan,” katanya.

Menurut Darwansyah, pelebaran jalan dua jalur itu harus dipersiapkan dari sekarang, dan  pembersihannya juga harus dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Bila menunggu selesai lebaran Idul Fitri, dikhawatirkan tidak akan tercapai terget pembangunan pelebaran jalan dua jalur. Sebab awal Juni ini, jalan dua jalur itu sudah mulai dikerjakan,” terang Darwansyah.

Untuk itu, tambah Darwansyah Pemkab Bireuen akan duduk kembali bersama seluruh pedagang, menampung semua saran dan masukan, sehingga pedagang segera dapat pindah karena terbentur pembangunan jalan tersebut.

“Intinya Pemkab Bireuen menghargai permintaan pedagang, namun terhadap pelebaran jalan juga harus dilaksanakan. Di samping tidak merugikan pedagang, sisi lain pembangunan pelebaran jalan juga bisa terlaksana,” sebutnya ***

Kategori:PON, Voli, Aceh
wwwwww