Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
14 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  PON

Gawat, 11 Ribu Warga Aceh Tenggara Belum Juga Miliki KTP-Elektronik

Gawat, 11 Ribu Warga Aceh Tenggara Belum Juga Miliki KTP-Elektronik
Senin, 09 April 2018 14:02 WIB
Penulis: Jupri
KUTACANE - Sampai saat ini diperkirakan masih ada sekitar 11 ribu warga Aceh Tenggara belum juga memiliki KTP-elektronik (E-KTP). Padahal berbagai program dan upaya agar warga dapat seluruhnya memilki E-KTP telah dilakukan Dinas kependudukan dan catatan sipil (Dusdukcapil) Aceh Tenggara.

''Bahkan dengan menurunkan tim operator E-KTP terjun langsung ke seluruh gampong yang warganya belum rekam E-KTP tetapi hasilnya belum maksimal sebagaimana yang diharapkan," kata Kabid Disdukcapil Agara Mustafa Kamal via selulernya kepada GoAceh.

"Sampai saat ini kata Mustafa, diperkirakan masih ada sekitar 11 ribu lagi warga yang belum juga memiliki E-KTP.  Lambatnya proses tersebut akibat dari mulai kurang aktifnya para operator E-KTP di Agara. Sebab sudah 2 bulan mereka diberhentikan pasca pemberhentian tenaga honorer/tenaga kontrak oleh Pemkab Aceh Tenggara.  Ditambahlagi hasil seleksi tenaga kontrak itu pun sampai saat ini juga belum diumumkan oleh pejabat terkait," ujarnya.

Jumlah operator komputer E-KTP di Agara sekitar 30 orang termasuk 16 operator kecamatan. ''Jadi kendala tak adanya operator E-KTP kini menjadi permasalahan serius yang harus dituntaskan secepatnya. Jika ASN/PNS ditempatkan jadi operator E-KTP banyak yang belum mampu,"tukas Mustafa.

Tahapan pemilu 2019 sudah diambang pintu tetapi masih banyak warga yang belum rekam E-KTP. Perlu diketahui salah satu syarat utama agar dapat menjadi pemilih pada pemilu legislatif dan pilpres 2019 mendatang harus memiliki E-KTP dan hal itu sudah final dibahas dalam rapat koordinasi kependudukan dalam rangka konsolidasi data menghadapi pemilu 2019 dikantor Kemendagri RI di Jakarta. 

Tak hanya itu sesuai jadwal pemerintah pusat pun batas akhir perekaman E-KTP di Indonesia harus sudah selesai pada bulan Desember 2018,"jelas Mustafa. ***

Kategori:PON, Voli, Aceh
wwwwww