Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
19 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
20 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
20 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Riau

Terkendala Izin Khusus Penerbangan, Dua Helikopter Non PK asal Rusia yang Ada di Riau Tidak Bisa Dioperasikan

Terkendala Izin Khusus Penerbangan, Dua Helikopter Non PK asal Rusia yang Ada di Riau Tidak Bisa Dioperasikan
Ilustrasi. (Internet)
Rabu, 11 April 2018 11:47 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Dua helikopter yang diperbantukan untuk memperkuat satuan tugas (Satgas) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau belum mengantongi izin khusus penerbangan (Special Permit) dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia.

Akibatnya, salah satu diantaranya Heli Kamov berkapasitas 5.000 liter yang seharusnya diperuntukan untuk water bombing atau bom air di titik terjadinya kebakaran yang tidak dapat dijangkau tim pemadam dari darat tersebut tidak bisa dioperasikan.

"Saya tidak tahu pasti mengapa Kemenhub belum memberikan izin. Kendalanya di special permit itu saja. Jadinya kami tidak bisa mengoperasikan heli tersebut karena special permit nya belum keluar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger kepada GoRiau.com di Kantor Gubernur Riau, Rabu (11/4/2018).

Sehingga untuk memaksimalkan upaya pencegahan Karhutla di Riau sementara ini, lanjut Edwar, pihaknya memanfaatkan helikopter jenis Bell 412 berkapasitas 800 liter milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Ya kami terpaksa menggunakan Heli Bell 412 yang cuma 800 litter itu saja. Karena dua helikopter yang merupakan pesawat non PK (tanda pengenal pesawat Indonesia, red) jenis Kamov asal Rusia tidak bisa dioperasikan. Tapi helinya sudah stand by di markas," tandasnya. ***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww