Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Riau

Harga Gas Bersubsidi Meroket, DPRD Perintahkan Disperindagpas Pelalawan Turun Lapangan

Harga Gas Bersubsidi Meroket, DPRD Perintahkan Disperindagpas Pelalawan Turun Lapangan
Ilustrasi (Foto Internet)
Kamis, 12 April 2018 11:03 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) segera menyikapi meroketnya harga gas bersubsidi.

Meroketnya harga elpiji 3 kg kerap kali terjadi dan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan. Kondisi ini sudah sangat meresahkan masyarakat.

"Kita minta Disperindagsar untuk melakukan kroscek ke lapangan yang menjadi keluhan masyarakat," tegas Baharudin, kepada GoRiau.com.

Ditegaskan Wakil Ketua Komisi II, jika ditemukan adanya indikasi pangkalan yang nakal agar segera ditindak tegas.

"Kalau memang ditemukan adanya dugaan penyelewengan, harus ditindak tegas. Beri sanksi tegas kepada mereka pangkalan yang terbukti nakal," tandasnya.

Politisi Golkar ini juga meminta kepada Disperindagsar Pelalawan untuk melakukan operasi pasar. Agar kebutuhan gas melon bagi masyarakat terpenuhi.

"Untuk menjawab persoalan ini, ya dengan melakukan operasi pasar. Apalagi jelang bulan puasa ini, rawan terjadinya permainan harga," pungkas Baharudin, Kamis (12/4/2018).

Diberitakan sebelumnya, sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Pelalawan terjadi kenaikan harga elpiji bersubsidi jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di Kecamatan Kuala Kampar, elpiji 3 kg dipatok dengan harga Rp 31 ribu. Sedangkan di Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam di tingkat pengecer dijual dengan harga Rp 38 ribu.

Sementara harga eceran tertinggi elpiji 3 Kg sesuai SK Bupati Pelalawan No: 125 Tahun 2016 sebesar Rp 18.000 per tabung.***

Kategori:PON, Riau
wwwwww