Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
21 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
22 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
22 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
21 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Sepakbola
23 jam yang lalu
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Home  /  Berita  /  Badminton

Hotel, Penginapan dan Wisma di Pelalawan Nunggak Pajak, Pengelola Diberi Surat Peringatan

Hotel, Penginapan dan Wisma di Pelalawan Nunggak Pajak, Pengelola Diberi Surat Peringatan
Ilustrasi (Foto Internet)
Jum'at, 13 April 2018 15:33 WIB
Penulis: Farikhin
PELALAWAN - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pelalawan terus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak. Upaya tegas pun dilakukan.

Namun masih ada wajib pajak yang menunggak meski sudah dibayarkan oleh konsumen. Salah satunya pajak hotel, penginapan dan wisma.

"Mereka (pengelola hotel, penginapan dan wisma) telah kita surati. Intinya mereka kooperatif," ungkap Kepala BPKAD Pelalawan, Davidson Saharuddin, bincang dengan GoRiau.com, Jumat (13/4/2018).

Dijelaskan dia, pihak pengelola hotel, penginapan dan wisma penunggak pajak diberikan batas waktu untuk melunasi tunggakkan.

"Kita ada batas toleransi kepada mereka selama setahun, untuk melunasi tunggakkan pajaknya. Jadi mereka bisa menyicil secara bertahap," ujarnya.

Namun kata Davidson, harus ada permintaan dari pihak pengelola hotel, penginapan maupun wisma. Mereka menyatakan kesanggupan untuk mengangsur tunggakkan pajaknya.

"Sambil jalan tetap bisa lunas. Tapi harus ada permintaan diangsur dari mereka, sepanjang itu logis," jelasnya.

Menurut mantan Kabag Hukum Setdakab Pelalawan, kebanyakan hotel, penginapan dan wisma yang beroperasi di Pelalawan tidak ada managemen.

"Kebanyakan mereka tak ada managemen, jadi kadang kesulitan mendapatkan data. Tapi sekarang sudah kita tata, meski masih manual belum tersistem," pungkasnya.

Davidson menambahkan, setidaknya ada 10 hotel, penginapan dan wisma yang beroperasi di Pelalawan menunggak pajak. Dengan jumlah tunggakan bervariasi.***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww