Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
5 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
3
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
Peristiwa
24 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
4
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
12 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
5
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
9 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
6
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
Home  /  Berita  /  Riau

Litbang KPK Tanya Soal Besaran Gaji dan Kebutuhan Hidup Plt Gubernur dan Sekdaprov Riau

Litbang KPK Tanya Soal Besaran Gaji dan Kebutuhan Hidup Plt Gubernur dan Sekdaprov Riau
Ilustrasi. (Internet)
Jum'at, 20 April 2018 14:18 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Sejumlah sebab korupsi di kalangan aparatur sipil negara (ASN), salah satunya dikarenakan tuntutan gaya hidup yang berbanding terbalik dengan gaji bulanan yang mereka terima.

Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, bahwa pihaknya baru saja menjadi salah satu narasumber dalam penelitian pencegahan korupsi yang dilakukan oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia pada Kamis (19/4/2018) kemarin.

Dalam penelitian itu, Sekdaprov Riau dan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim diwawancara seputar besaran gaji, tunjangan dan kebutuhan hidup.

"KPK bagian Litbang (Penelitian dan Pengembangan, red) ingin mendapatkan bahan informasi dan masukan mengenai kajian mereka mengenai wilayah yang rawan korupsi. Mereka punya sejenis thesis yang mencari jawaban apakah dengan gaji relatif tinggi dapat berpengaruh dan mengoda seorang ASN untuk korupsi," kata Sekda Ahmad Hijazi ini di Kantor Gubernur Riau, Jumat (20/4/2018).

Nantinya, lanjut Hijazi, Litbang KPK tersebut akan membandingkan hasil penelitiannya di Riau dengan daerah lain.

"Nanti mereka akan susun sesuai dengan tantangan wilayah dan beban kerjanya yang sedemikian rupa. Pemprov Riau tentu support, karena berasal dari kajian ini nantinya akan semakin terbangun integritas," tandasnya. ***

Kategori:Pemerintahan, Riau
wwwwww