Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Ekonomi
21 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
2
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
15 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
3
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
18 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
4
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
Olahraga
18 jam yang lalu
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
5
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
Politik
14 jam yang lalu
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
6
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Sepakbola
15 jam yang lalu
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jelang Bidding Tuan Rumah PON 2024, Bali dan NTB Tawarkan Revolusi Olahraga

Jelang Bidding Tuan Rumah PON 2024, Bali dan NTB Tawarkan Revolusi Olahraga
Ketua KONI Provinsi NTB, Andy Hadianto (baju putih) dan Ketua KONI Provinsi Bali, I Ketut Suwandi. (Azhari/GoNews.co
Senin, 23 April 2018 19:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Setelah Aceh dan Sumatera Utara, giliran Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku siap menjadi tuan rumah PON XXI/2024. Mereka siap mengikuti bidding tuan rumah PON 2024 dalam Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Dalam kampanye sebagai tuan rumah PON 2024, Bali dan NTB akan mengusung revolusi mental yang selalu didengungkan Presiden Joko Widodo. 

"Saatnya, revolusi olahraga dilakukan dengan mengedepankan nurani. Jika KONI Provinsi memberikan kepercayaan kepada Bali dan NTB maka PON 2024 bukan lagi sebagai prestise tetapi ajang mengejar prestasi dengan mengedepankan sportifivas. Itu sudah menjadi kesepakan Bali dan NTB," kata Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi kepada wartawan di Jakarta, Senin(23/4/2018).

Bali dan NTB mrnyadari betapa pentingnya PON dijadikan ajang mencari prestasi. Apalagi, prestasi olahraga Indonesia semakin menurun dimana  hanya mampu menduduki peringkat kelima dengan perolehan 38 medali emas pada ajang SEA Games Malaysia 2017.

"Indonesia itu sempat 11 kali juara SEA Games. Kini, prestasi kita semakin menurun. Makanya, kami mengajak seluruh KONI Provinsi sepakat menjadikan PON 2024 sebagai ajang untuk kepentingan negara dengan mengedepankan prestasi," imbuhnya. 

Provinsi Bali dan NTB bukan saja unggul dari letak geografis namun juga sudah siap secara sarana dan prasarana sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024. Keindahan alam dan keramahan budaya juga menjadi nilai tambah Bali-NTB saat menjamu para tamu yang hadir pada pesta olahraga akbar di Tanah Air itu.

"Kami lakoni dengan enjoy permainan ini. Permainan akan bagus bila semua bersikap fair play menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran dan menggunakan hati nurani dalam mencari yang terbaik dan bukan pemenang," kata Ketut Suwandi.

Dalam upaya mewujudkan keinginan tersebut, kata Ketut Suwandi, Bali-NTB sudah road show ke daerah-daerah di Indonesia dan telah mendapat dukungan dari 25 provinsi.

"Kami menyadari dalam permainan apa pun bisa terjadi. Sekarang kami melihat apa yang diutamakan logika atau kepentingan pragmatis? Melihat sambutan dari tiap-tiap daerah yang kami kunjungi saya melihat hampir semua mengutamakan logika. Mudah-mudahan semua berjalan dengan enjoy," ujarnya.

Soal apa keunggulan Bali-NTB, Suwandi menyatakan, semuanya sudah bisa melihat dan merasakan. Bali mempunyai sarana dan prasarana yang siap. Juga soal akomodasi dan keindahan alam serta budaya yang memikat dunia internasional. Terlebih lagi, geografis Bali yang berada di tengah-tengah kepulauan di Indonesia cukup menguntungkan dari jarak tempuh perjalanan para kontingen yang akan bertanding. Selain itu, pulau wisata ini juga punya daya tarik tersendiri.

Lombok juga demikian sehingga duet Bali-NBT amat serasi dan indah untuk menjadi penyelenggara PON 2024. Selain berolahraga, para atlet yang nantinya singgah di pulau Bali dan NTB juga berkesempatan melakukan kunjungan wisata.

Apalagi Bali-NTB mengusung  tema Sport, Tourism and Culture. Dimana peserta PON selain berkompetisi dengan sarana dan parasana serta pelayanan yang baik, para peserta sekaligus liburan dan juga disuguhi atraksi budaya.

Sementara itu Ketua KONI NTB H.Andy Hadianto menyatakan Bali-NTB akan memberikan transportasi laut gratis dari Bali menuju NTB. Selain menawarkan transportasi laut gratis, Bali-NTB juga akan menanggung 50 persen  biaya  transportasi lokal menuju venues pertandingan  dan menanggung 50 persen biaya  akomodasi untuk peserta.

"Kalau NTB terpilih, 50 persen biaya  transportasi dan konsumsi  kontingen ditanggung tuan rumah. Gratis kunjungan keseluruh destinasi,  gratis transportasi antara venue  transportasi laut antara Bali dan NTB," tuturnya.

Ia juga mengaku optimistis daerah lain akan bersikap realistis dalam pemilihan tuan rumah PON 2024 ini. Semua sudah melihat kesiapan Bali-NTB ketika menghadiri seminar Sport and Tourism.

"Ingat juga, Bali-NTB yang masuk wilayah tengah Indonesia yang terkenal dengan sebutan Sunda Kecil belum pernah menjadi tuan rumah. Sumatera sudah dan Kalimantan juga sudah. Alangkah baiknya sekarang Bali-NTB yang diberi kepercayaan," katanya.***


wwwwww