Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
16 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
17 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
17 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
18 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
5
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
DPR RI
19 jam yang lalu
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
6
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kisah Cinta Briptu Nova yang Tak Terhalang Jarak 800 Km dan Ijab Kabul via Video Call

Kisah Cinta Briptu Nova yang Tak Terhalang Jarak 800 Km dan Ijab Kabul via Video Call
Selasa, 01 Mei 2018 09:51 WIB
JAKARTA - Briptu Nova, anggota Polda Kalimantan Barat (Kalbar) harus menyaksikan prosesi ijab kabul atas dirinya oleh Briptu Andik lewat video call dan terpisah jarak antara Pontianak, Kalbar dan Cikeas, Jawa Barat. Ini dilakukan karena Nova harus tetap menjalani ujian seleksi sebagai Polisi PBB meski itu dilakukan di hari pernikahannya.

Ijab kabul itu terjadi di Gedung Muhammadiyah, Pontianak, Kalimantan Barat pada Sabtu (28/4/2018) pagi.

Briptu Andik yang dikenal Nova sejak 2016 harus mengucapkan ijab kabul lewat tayangan video call. Bukan disengaja, prosesi sakral itu harus dia saksikan lewat video call karena di hari bersamaan, dia juga harus menjalani serangkain uji untuk menjadi Polisi PBB di Cikeas, Jawa Barat.

"Saya harus tegar, karena itu pilihan saya, bukan karena paksaan siapa-siapa," kata Nova, Minggu (29/4/2018).

Nova sendiri mengaku susah mengungkapkan dengan kata-kata atas perasaannya yang menyaksikan prosesi akad nikahnya lewat video call karena jarak di antara mereka sejauh 800 kilometer. Yang jelas, dia merasa terharu.

"Rasanya sebenarnya susah diungkapkan dengan kata-kata. Tapi yang pasti sedih, manusiawi banget itu. Saya terharu. Tapi ya mau bagaimana lagi, harus tegar," ujar Nova.

Nova menjelaskan awal mula kenapa akad nikahnya dilakukan secara video call. Dia dan pasangannya Briptu Andik sudah memutuskan tanggal pernikahan mereka. Namun belakangan, Nova mendapat panggilan untuk menjalani seleksi sebagai Polisi PBB. Salah satu tanggal ujian seleksi itu, bertepatan dengan tanggal pernikahan mereka.

"Kan ada seleksi dari PBB, kita tidak tahu kapan lagi, dan ini juga sistemnya gugur. Jadi ya saya tetap harus menjalani tes, karena itu pilihan saya," katanya.

Dia pun mengaku rencana tersebut sempat menjadi kontroversi di keluarganya. Momen sakral dalam hidupnya harus terjadi menggunakan bantuan teknologi.

"Pasti ada kontroversi, karena mereka berfikir hari yang sakral, masa iya yang punya kesakralan nggak datang. Namun karena keadaan seperti itu, dan saya juga seorang polisi jadi harus diselesaikan dengan baik. Masa hanya urusan pribadi kita tinggalkan, sementara itu (ijab kabul) kan tetap sah," katanya.

Prosesi akad nikahnya ini kemudian mendapat perhatian dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan istrinya Tri Suswati. Bahkan Tri Suswati mengucapkan langsung via video call juga kepada Nova atas pernikahannya itu.

"Saya nggak sangka bakalan seperti ini. Kalau kesannya dapat ucapan dari Ibu Kapolri, saya terharu dan bangga. Pimpinan tertinggi mengucapkan selamat seperti itu benar-benar kebanggaan buat saya," katanya.

Kepala Urusan Liputan Produksi Dokumentasi (Lipprodok) Humas Polda Kalbar AKP Cucu Safiyudin menjelaskan soal sosok pasangan yang viral ini. Briptu Nova lahir di Pontianak tahun 1991, sementara Briptu Andik lahir di Magetan pada 1989. Keduanya pertama kali bertemu di tahun 2016.

"Awal mereka bertemu tahun 2016, saat itu Nova mendatangi rumah Dirkrimsus untuk mengantar surat, terkait pekerjaan. Kebetulan rumah Dirkrimsus itu bersebelahan dengan rumah Karo Ops yang saat itu ada Andik yang memang bekerja sebagai ajudan Karo Ops. Berkenalan lah di dekat rumah di sana," kata Cucu, Minggu (29/4/2018).

Cucu mengatakan, perkenalan itu kemudian berlanjut dengan komunikasi yang lebih intens. Terlebih keduanya sama-sama bertugas di Mapolda Kalbar. 

"Briptu Nova ini bertugas sebagai Pengawas Penyidik Ditresmrimsus Polda Kalbar. Sedangkan Briptu Andik bertugas di Biro Operasional Polda Kalbar. Sering bertemu di Mapolda Kalbar," kata Cucu.

Cucu mengatakan, Nova merupakan sosok Polwan yang baik dan ramah. Nova yang mengenakan hijab itu juga mudah bergaul dan sigap dalam bekerja. "Begitu juga dengan Briptu Andik, sama sama karakternya. Jadi mereka cocok lah," kata Cucu. 

Hubungan keduanya meningkat dari perkenalan biasa, berpacaran dan kini menikah. Namun, pernikahan keduanya berlangsung di luar rencana. 

Di tanggal pernikahan yang telah ditentukan, Briptu Nova harus menjalani ujian seleksi sebagai Polisi PBB. Alhasil, prosesi ijab kabul dilakukan lewat video call.

"Saat video call, pengantin pria didampingi keluarga besar dari keduanya. Diadakan di Gedung Muhammadiyah Pontianak dan berlangsung haru. Yang cowok meneteskan air mata terus. Ini terjadi memang di luar dugaan, karena sudah pernikahan mereka sudah direncanakan lebih dulu, namun di saat yang sama Briptu Nova harus menjalani ujian seleksi," jelas Cucu.

Cucu juga mengatakan, pernikahan keduanya mendapat perhatian khusus dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan istri, yang mengucapkan selamat dan mendoakan agar pasangan tersebut berbahagia. "Pak Kapolri mengucapkan langsung dan mendoakan yang terbaik untuk pasangan itu," katanya.

Cucu menambahkan, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono dan istrinya Eka Rahayu beserta keluarga besar Polda Kalbar turut berbahagia atas pernikahan keduanya yang berlangsung lewat bantuan teknologi.

"Pak Kapolda mendoakan agar pasangan ini selalu langgeng dan bahagia. Beliau juga mengapresiasi pernikahan tersebut, meski berlangsung dalam halangan jarak, namun karena kecanggihan teknologi, keduanya tetap bisa menikah dan ijab kabul bisa (disaksikan) lewat video call," jelas Cucu. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, DKI Jakarta, Kalimantan Barat

wwwwww