Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
12 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Alamak ! Jembatan Senilai Rp2,6 Miliar di Tarutung Roboh

Alamak ! Jembatan Senilai Rp2,6 Miliar di Tarutung Roboh
Sabtu, 12 Mei 2018 13:06 WIB
TAPUT - Pembangunan jembatan di Jalan Desa Siarangarang menuju Desa Pea Tolong, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara (Taput) atau tepatnya di hulu sungai Aek Situmandi yang dikerjakan bertahap dari anggaran belanja pendapatan daerah (APBD) tahun anggaran (TA) 2014 dan dilanjutkan tahun 2016 lalu, roboh.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Taput Ir Anggiat Rajagukguk melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Laomor Situmorang ST menerangkan, pembangunan jembatan Jalan Siarangarang menuju Desa Pea Tolong, dikerjakan tahap pertama tahun 2014 dan sumber dana APBD TA 2014, senilai Rp 1.614.800.000.

Laomor Situmorang ST menjelaskan, pembangunan tahap kedua atau pinishing tahun 2016, sumber dana APBD senilai Rp 999.800.000. Panjang jembatan 35 meter dengan lebar sekitar 5 meter.

“Pembangunan landasan jembatan rangka besi itu dikerjakan dua tahap. Namun untuk rangka besi diluar nilai proyek pembangunan jembatan. Rangka besi jembatan adalah stok yang dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum Taput,” jelas Laomor Situmorang ST melalui via seluler.

Robohnya landasan jembatan pada Minggu kemarin, sebut Laomor Situmorang, disebabkan jembatan tertimpa material batu besar dan tanah longsor dari atas gunung. Penyebab tanah longsor, diduga karena adanya aktivitas tambang batu padas di atas gunung.

“Evakuasi rangka besi jembatan, menunggu pembahasan di Pemkab. Terkait penyebab roboh landasan jembatan, biarlah pihak yang berwenang melakukan penyelidikan. Karena secara teknis, pembangunan landasan jembatannya bagus. Namun, jembatan roboh kondisi tertimpa batu besar dan longsoran tanah dari atas gunung,” ujar Laomor Situmorang ST. ***

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, PON
wwwwww