Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
17 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
15 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Kehilangan Sosok Ipda Auzar, Wakapolri: Beliau yang Urus Ibu dan Anak-anak Saya

Kehilangan Sosok Ipda Auzar, Wakapolri: Beliau yang Urus Ibu dan Anak-anak Saya
Rabu, 16 Mei 2018 16:59 WIB
JAKARTA - Wakapolri, Komjen Pol Syafruddin, mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat kehilangan atas tragedi yang menimpa Ipda Auzar, personel Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, yang meninggal dunia dalam insiden serangan teroris di Markas Polda Riau pada hari ini, Rabu, tanggal 16 Mei 2018.

Pasalnya, menurut Syafruddin, dia sudah menjalin persaudaraan dengan Ipda Auzar cukup lama, bermula saat dirinya bertugas di Riau pada tahun 1996 yang silam. Dan, hubungan keduanya bisa dibilang bukan lagi seperti atasan dan bawahan.

"25 tahun persaudaraan saya dengan Almarhum Auzar, mulai dari sopir, urus anak-anak dari kecil sampai dewasa dan berumah tangga," ujar Syafruddin, Rabu (16/5/2018) di Jakarta.

Bahkan, lanjut Syafruddin, Ipda Auzar sampai sekarang masih sering membantu keluarganya yakni mengurus ibu dan anak-anaknya.

"Sampai sekarang almarhum bolak-balik Jakarta-Pekanbaru untuk mengurus ibu dan anak-anak saya," ungkapnya.

Tidak hanya itu, yang lebih mengagetkan, Syafruddin mengungkapkan bahwa pada pagi hari sebelum insiden yang menewaskan dirinya, Ipda Auzar masih sempat mengirim pesan WhatsApp kepada Wakapolri tersebut.

Pesan WhatsApp tersebut berisi permohonan maaf jelang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

"Almarhum kirim WhatsApp ke saya pukul 07.15 WIB hari ini," tandasnya.

Adapun pesan yang dikirim Auzar kepada Wakapolri adalah sebagai berikut:

"Ya Allah, di penghujung bulan Sya'ban ini ku kirimkan Do'a utk saudara-2 ku, sahabat-2 ku & orang-2 yg kuhormati serta orang-2 yg kucinta. Beri mereka kesehatan, tawadhu' dalam Iman, dan Islam, keluarga yg bahagia, rizki yg barokah, serta terimalah amal ibadahnya dan pertemukanlah mereka dengan Ramadhan yg segera datang ini.

Kami sekeluaga mengucapkan:

MARHABAN YA RAMADHAN, MOHON MAAF LAHIR & BATHIN.H. Auzar & Kel. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:jitunews.com
Kategori:Olympic, Beladiri, Voli, DKI Jakarta, Riau
wwwwww