Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
7 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
6 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
10 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
6 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Badminton

YLPK Minta Pengusaha di Meranti Tak Gunakan Zat Berbahaya pada Makanan dan Minuman

Selasa, 22 Mei 2018 18:09 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Memasuki Bulan Ramadan, minat beli masyarakat meningkat. Terutama bahan-bahan makanan dan makanan jadi.

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, setiap pihak terkait melakukan pengecekan zat yang terkandung dalam makanan, ditemukan (bahan berbahaya). Diantaranya Rodhamin B.

Untuk itu, di tahun ini, Yayasan Lembaga perlindungan Konsumen (YLPK) meminta pengusaha untuk tidak selektif menggunakan bahan pada makanan.

"Kita imbau seluruh pengusaha takjil, makanan minuman, marilah cari untung sambil beramal," kata Ketua YLPK Kepulauan Meranti, Mulyono SE, Selasa (22/5/2018).

Kata Mulyono lagi, pedagang jangan menggunakan pewarna yang berbahaya (lebih cerah) untuk menarik perhatian pembeli. Bisa dikenakan sanksi karena membahayakan konsumen.

"Gunakan bahan original. Harga buatlah harga layak jual," pesan Mulyono.

Disampaikannya lagi, jangan mau untung banyak lalu menggunakan bahan berbahaya. Selain membahayakan kesehatan masyarakat, juga merusak nama baik daerah.

"Jangan gara-gara segelintir okjum, nama daerah rusak," kata Mulyono.

Mulyono juga mengaku bahwa YLPK dalam waktu dekat akan turun untuk melihat produk-produk yang dijuak apakah layak dibeli dan dikonsumsi masyarakat atau tidak. ***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww