Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
20 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
19 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
21 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Jelang Idul Fitri, Pedagang Pernak-Pernik Lebaran Banjiri Kota Medan

Jelang Idul Fitri, Pedagang Pernak-Pernik Lebaran Banjiri Kota Medan
Minggu, 27 Mei 2018 09:34 WIB
MEDAN - Meski baru memasuki hari ke-10 bulan suci Ramadan 1439 H, namun penjual pernak-pernik lebaran sudah ramai bermunculan di Kota Medan.

Pantauan wartawan, terdapat sejumlah titik penjaja pernak-pernik atau aksesoris lebaran seperti di sekitar Taman Makam Pahlawan, Jalan Sisingamangaraja dan sekitaran Jalan Adi Sucipto, Medan Polonia.

"Sudah sejak awal Ramadan saya jualan pernak-pernik ini," ucap salah seorang pedagang di Jalan Adi Sucipto, Chandra.

Chandra menyebut, jenis pernak-pernik kerajinan tangan bernuansa islami yang dijualnya antara lain ketupat, bedug, lampion, bulan sabit dan sebagainya.

"Meski baru sekitar seminggu lebih, Alhamdulillah sudah mulai banyak masyarakat yang meminati terutama jenis ketupat dan bulan sabit," ujarnya.

Untuk harga cukup bervariatif, seperti aksesoris ketupat mulai dari Rp 5.000-80.000, lampion Rp 25.000-50.000, bedug Rp 100.000-800.0000 (tergantung ukuran), dan bulan sabit Rp 15.000.

"Ketupat yang banyak dibeli, sehari bisa puluhan sampai ratusan buah terjual karena banyak masyarakat yang sekali beli dalam jumlah banyak," ucapnya.

"Namun biasanya sekitar 1-2 minggu menjelang lebaran baru banyak masyarakat yang ramai membeli," tandas pedagang musiman yang sudah berjualan selama enam tahun itu.***

Editor:Wen
Sumber:Analisa
Kategori:PON, Ekonomi, Sumatera Utara
wwwwww