Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini

IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini
Karyawati mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Bank Permata, Jakarta, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Senin, 28 Mei 2018 18:36 WIB
Penulis: Anita

MEDAN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini, Senin (28/5/2018) dibuka menguat. IHSG dibuka naik di level 5.979 dan terus mengalami kenaikan.

Hal ini dikatakan, Gunawan Benjamin, Pengamat Ekonomi Sunatera Utara (Sumut) di mana sejauh ini IHSG menguat 0.9% di level 6.033.

“Penguatan IHSG pada sesi pembukaan perdagangan ini juga beriringan dengan penguatan rupiah yang diperdagangkan di kisaran 14.064 per US Dolar,” kata Benjamin.

Lanjutnya, kinerja pasar keuangan yang membaik tersebut, tidak terlepas dari ekspektasi pasar akan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia pada RDG insidentil pekan ini. Kebijakan tersebut disinyalir akan meredam gejolak pasar keuangan belakangan ini. Diperkirakan Rupiah akan menguat, dan sangat berpeluang menguat di bawah 14.000 per US Dolar.

“Selama ini, yang membuat tekanan terhadap rupiah itu adalah ekspektasi terkait dengan kenaikan bunga acuan di AS. Yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga di tahun depan. Sejauh ini, imbal hasil surat hutang yang ada di AS yang mencapai 3% lebih memang perlu diimbangi dengan serangkaian kebijakan untuk meredam adanya gejolak pasar keuangan di tanah air,” pungkasnya.

Selama ini, ekspektasi terkait dengan perkembangan pasar di AS menjadi sorotan pelaku pasar. Sudah ada begitu banyak mata uang Negara berkembang yang mengalami pelemahan akibat terjadinya pembalikan modal seiring dengan penguatan mata uang US Dolar itu sendiri.

Walaupun menaikkan suku bunga acuan akan membuat perkembangan dunia usaha menjadi lebih lambat. Namun ditengah ancaman pelemahan rupiah dan acaman pembalikan modal, maka yang diharapkan saat ini adalah menyelematkan Rupiah tersebut sebagai program jangka pendek.

“Karena jika tidak dilakukan, maka dikuatirkan akan mengganggu stabilitas ekonomi dalam jangka panjang, yang nantinya akan lebih membebani perekonomian kita sendiri. Jadi menaikkan suku bunga acuan saat ini menjadi pilihan yang peling tepat,” tutupnya.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Ekonomi, Olympic, PON
wwwwww