Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
12 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  PON

Terseret Arus, Kanit Intel Tangse Pidie Tenggelam saat Data Tambang Ilegal

Terseret Arus, Kanit Intel Tangse Pidie Tenggelam saat Data Tambang Ilegal
Senin, 28 Mei 2018 05:51 WIB
PIDIE - Kanit Intel Polsek Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Aiptu Afrijal (34), menghilang akibat terseret arus sungai Sarah Pineung Gua Ileh, Desa Krueng Meriam, Tangse pada Sabtu (26/5/2018). Ia hanyut bersama dengan rekannya, Bismi (28), dan belum ditemukan hingga sampai saat ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek mengatakan, saat itu Aiptu Afrijal bersama Bismi sedang menjalankan tugas mendata tambang ilegal di wilayah tersebut.

Namun ketika menyeberang sungai, tiba-tiba Bismi terpeleset dan hanyut di aliran sungai. Afrijal mencoba untuk menolong korban, tapi dua-duanya terbawa arus.

"Kedua-duanya terbawa arus sungai, yang pada saat itu cukup deras," kata Ahmad Dadek, Minggu (27/5), seperti dilansir Antara.

Kepolisian dengan dibantu berbagai pihak di Kabupaten Pidie, telah melakukan pencarian, tapi kedua polisi itu belum berhasil diketemukan. Seorang saksi mata bernama Deknyak (25), sempat melihat Afrijal berteriak meminta tolong kepada orang sekitar kampung.

"Kami sudah dapat informasi ini, tim sudah kita persiapkan untuk memonitor dan akan melakukan pencarian di wilayah Aceh Jaya. Ini sudah masuk wilayah kerja Pos SAR Meulaboh,"sebut Korpos SAR Meulaboh, Dwi Hetno. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kumparan.com
Kategori:PON, Aceh
wwwwww