Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Pendamping Desa harus Mampu Menjadi Agen Perubahan

Pendamping Desa harus Mampu Menjadi Agen Perubahan
Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Palas Gontar Harahap menjelaskan kepada warga tentang fungsi PD dan PLD dalam kaitan dana desa
Rabu, 30 Mei 2018 21:32 WIB
Penulis: Ibnu Sakti Nasution

PALAS - Keberadaan petugas pendamping kecamatan dan desa yang ditugaskan di Kabupaten Padang Lawas harus dapat membangun hubungan sinergitas dengan pemerintah daerah dan aparat desa.

Hal ini dilakukan dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih baik serta mampu menggali berbagai potensi lokal desa yang dapat dikembangkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Demikian diungkapkan Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Palas, Hamzah, Rabu (30/5/2018) melalui telepon seluler menanggapi banyaknya keluhan masyarakat bahwa petugas Pendamping Lokal Desa (PLD) tidak memahami tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).

Menurutnya, petugas PLD memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan desa yang lebih baik, sehingga harus dapat membangun sinergitas dengan kepala desa dan aparat desa. Dengan harapan proses pelaksanaan pembangunan yang dialokasikan ke desa melalui anggaran Dana Desa (DD) dapat menyentuh langsung untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Jika petugas PLD tidak optimal menjalan tugasnya sesuai dengan tuntutan tanggung jawabnya, tentu kualitas pembangunan desa tidak bermanfaat guna mewujudkan kemandirian desa ke depan," terang Hamzah.

Di tempat terpisah, Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Palas Gontar Harahap mengatakan, tugas yang diemban PLD cukup berat, sehingga dituntut dapat bekerja keras dalam menggali potensi lokal desa yang dapat menjadi sumber pundi-pundi pendapatan desa, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, petugas pendamping desa sangat penting. Sebab, dana desa rentan terhadap penyimpangan.

“Untuk itulah harus ada pendamping lokal yang bisa memberikan masukan-masukan. Semua itu bertujuan untuk bersama-sama membangun desa sesuai dengan nawacita Presiden RI, Joko Widodo yakni pembangunan dimulai dari desa,” sebut Gontar.

Terkait banyak laporan masyarakat tentang pengelolaan dana desa, Gontar menjelaskan, tentunya hal ini dibutuhkan fungsinya PLD di setiap desa, agar program desa bisa memberikan manfaatnya yang besar terhadap kepentingan masyarakat yang menjadi skala prioritas.

"Saya harap, keberadaan PLD memberikan kontribusi untuk kemajuan desa, bukan hanya menerima anggran honor semata, tetapi tidak memberikan pemanfaatannya untuk kemajuan masyarakat," ucapnya.

Seyoganya, tambah dia, program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya melalui peningkatan produk unggulan desa sesuai potensi lokal atau daerahnya.

Editor:Fatih
Kategori:Sumatera Utara, Voli, PON
wwwwww