Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Riau

DPRD Riau Berjanji Untuk Perjuangkan THR Bagi Honorer, Aherson: Selama Ada Payung Hukumnya, Kita Anggarkan

DPRD Riau Berjanji Untuk Perjuangkan THR Bagi Honorer, Aherson: Selama Ada Payung Hukumnya, Kita Anggarkan
net
Kamis, 07 Juni 2018 21:24 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - DPRD Riau terus berupaya untuk memperjuangkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi honorer yang berjumlah belasan ribu di Provinsi Riau. Hal itu diungkapkan, Ketua Komisi V DPRD Riau, Aherson, ketika dikonfirmasi seusai mengadakan hearing bersama Forum Komunikasi Guru dan Pegawai Honor Sekolah Negeri (FKGPHSN) Riau, Kamis, (7/6/2018).

Aherson menjelaskan bahwa pihaknya masih mencari defenisi non-ASN yang dimaksud dalam Peraturan Presiden (Pepres). Sebagaimana honorer menganggap dirinya pegawai non-ASN karena mendapatkan gaji dari APBD.

"Kalau pihak dewan, sepanjang mereka memang dibolehkan untuk menerima, tentu akan dianggarkan. Makanya, kita menelaah dulu, apakah honorer ini masuk defenisi non-ASN seperti yang diatur, lalu jika benar, pasti akan ada payung hukumnya dan kita cari, agar bisa dianggarkan THR ini untuk mereka," papar Aherson.

Sementara itu, Aherso mengakui bahwa daerah Riau memang sedikit mengalami kendala terkait pemberian THR ini. Karena APBD yang telah disahkan, tidak menganggarkan sebagaiman yang dimaksud. Pepres Joko Widodo sendiri keluar setelah APBD murni 2018 telah sah.

"Kesulitan kita selama ini adalah menyiapkan anggarannya untuk honorer. Karena sebelumnya belum dialokasikan, termasuk komponen THR ASN seperti yang di Pepres ini," pungkasnya. ***

wwwwww