Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Mahyudin: Puasa Melatih Kita Untuk Tak Suka Mencela

Mahyudin: Puasa Melatih Kita Untuk Tak Suka Mencela
Kamis, 07 Juni 2018 13:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
TENGGARONG - "Sebentar lagi kita akan meninggalkan bulan Ramadhan," ujar Wakil Ketua MPR Mahyudin di hadapan jamaah salat taraweh Masjid Ulil Ijtihad, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 5 Juni 2018.

Lebih lanjut mantan Bupati Kutai Timur itu menuturkan tak ada jaminan kita bisa menikmati Ramadhan di tahun depan. "Tak ada jaminan," tuturnya.

Bagi Mahyudin, umur manusia tak bisa diprediksi. "Teman saya yang berumur lebih muda dari saya, beberapa waktu yang lalu meninggal," ungkapnya.

Untuk itulah dirinya mengharap agar dalam bulan puasa ini, kita memaksimalkan ibadah. "Jangan bermalas-malasan dalam beribadah," harapnya.

Mahyudin menyampaikan pesan bila kita rajin beribadah di bulan Ramadhan, Allah akan mengampuni dosa-dosanya masa lalu. Untuk itu dirinya mengajak ummat Islam agar menjadikan bulan puasa untuk menjadi orang dengan predikat bertaqwa.

Bulan puasa, menurut Mahyudin, merupakan bulan untuk melatih manusia agar menjadi orang yang baik. "Saat puasa kita dilatih untuk tidak mencela, memfitnah, dan tabiat buruk lainnya", paparnya. Bila sukses dalam menjalankan ibadah puasa maka kita akan terbiasa dengan hal-hal kebaikan.

Namun bila kita berpuasa tetapi masih melakukan kebiasaan buruk maka menurut Mahyudin orang itu hanya mendapat lapar dan dahaga. Dirinya membandingkan puasanya ular dan ulat. Disebut ular bila mau berganti kulit dirinya juga puasa namun ular memakan apa saja dan selepas puasa hanya berubah kulitnya. "Sedang ulat berpuasa hanya makan dedaunan dan setelah puasa tubuhnya berubah menjadi kupu-kupu yang indah. Untuk itu berpuasalah seperti ulat," tambahnya.

Dalam kesempatan itu dirinya mengakui manusia adalah tempat yang salah. Untuk itu diwajibkan manusia agar saling mengingatkan.***

wwwwww