Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Ini Alasan Pelaku Membunuh Rika dan Masukan dalam Kerdus

Ini Alasan Pelaku Membunuh Rika dan Masukan dalam Kerdus
Jum'at, 08 Juni 2018 15:09 WIB
MEDAN - Terungkap sudah motif pembunuhan atas Rika Karina, gadis 21 tahun yang mayatnya ditemukan di dalam kardus di Jalan Cinta Rakyat, Gang Melati, Rabu kemarin.

Tersangka Hendri (31) alias Ahen yang membunuh Rika ternyata mengaku sakit hati atas ucapan Rika saat mereka bertemu di kediamannyadi Jalan Platina Perumahan Ivory No 1 M Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Selasa (5/6/2018) malam itu.

Ahen ketika dihadirkan di Polrestabes Medan mengatakan saat mereka bertemu itu, ia meminta penjelasan Rika kenapa barang pesanannya tak kunjung sampai padahal uangnya sebesar Rp 4.200.000 sudah dibayarkannya sejak 31 Mei lalu.

Rika kemudian menjelaskan bahwa barang yang dipesannya belum sampai. Ia kemudian meminta uangnya dikembalikan. "Tapi dia bilang uang yang sudah dibayar tak bisa dikembalikan. Dia bilang aku bodoh karena gak ngerti penjelasannya," kata Ahen.

Diakui Ahen, ia sudah 6 kali memesan barang dengan korban. Dan selama ini lancar.

Disitulah emosinya memuncak. Ahen langsung membenturkan kepala Rika yang tengah duduk di anak tangga ke tembok. Ia kemudian mengambil pisau buah bergagang hijau dan menikam leher Rika sebanyak 6 kali.

Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan, setelah menikam leher, tersangka belum berhenti. "Karena tersangka melihat korban belum mati ia kemudian menyayat lengan kanan korban, lalu lengan kiri hingga kemudian korban meninggal dunia," jelasnya.

Dadang mengatakan, sebetulnya korban saat itu datang ke rumah tersangka dengan maksud menjelaskan kenapa barang pesanan tersangka belum sampai. Namun, saat itu kemudian timbul cekcok yang berujung pada pembunuhan.

Dadang mengamini motif yang diakui tersangka membunuh korban. "Memang motifnya tersangka sakit hati," jelasnya.***

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri
wwwwww