Home > Berita > Umum

Aneh, Proyek Oknum Anggota DPRK Bireuen Korbankan Tanaman Padi Warga

Aneh, Proyek Oknum Anggota DPRK Bireuen Korbankan Tanaman Padi Warga
Areal sawah masyarakat ditimbun untuk pembangunan jalan usaha tani melalui dana asprirasi anggota dewan Bireuen,di Geulanggang Tengoh, Kota Juang, diprotes warga, Selasa (12/6/2018). [foto joniful bahri]
Kamis, 14 Juni 2018 18:59 WIB
Penulis: Joniful Bahri
BIREUEN - Proyek aspirasi pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian tepat guna tahun 2018 di Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen yang dikerjakan melalui dana aspirasi salah seorang oknum anggota DPRK setempat menunai kritikan.

Pasalnya proyek yang diduga ikut disulap dan sarat permainan antara Dinas Pertanian Bireuen dan oknum anggota itu dilaksanakan asal jadi dan tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB).

Proyek fisik yang sedang dikerjakan berdampak buruk, terutama penerima manfaat, bahkan penimbunan sarana jalan usaha tani itu telah mengorban padi yang baru saja ditanam, di areal persawahan milik masyarakat setempat.

Informasi lain yang didapat GoAceh.co, selain tidak izin kepada lahan sawah, pekerjaan  tersebut juga tidak diberitahukan kepaada keuchik gampong setempat.

Menurut keterangan warga, proyek tersebut merupakan aspirasi anggota DPRK Bireuen dari PKS, Yusriadi. Terakhir pelaksana proyek itu dihentikan warga, alasannya pihak rekanan menimbun sawah mereka yang sedang ditanami padi.

“Kami tentu merasa kecewa dengan pelaksana proyek jalan usaha tani itu. Tanpa ada basa-basi langsung menimbun areal sawah yang telah ditanam padi,” kata seorang warga Geulanggang Teungoh, Syharil kepada wartawan, Selasa (12/6/2018) sore.

Dikatakan Syahril, selain merugikan petani, pelaksana maupun anggota dewan yang mengerjakan proyek, tidak memperhitungkan kondisi itu, sehingga warga terpaksa menghentikan proyek aspirasi itu.

“Kami sudah mempertanyakan pelaksanaan proyeok dan mempertanyakan kenapa sawah yang baru ditanam padi ditimbun tanpa koordinasi. Bahkan saya kena  2 meter yang terkena timbunan pembangunan proyek ini,” katanya.

Keuchik Gampong Geulanggang Teungoh, M Husen dikonfirmasi terpisah membenarkan terkait kondisi tersebut.

Menurut M Husen, pasca kejadian itu, sejumlah warga juga sudah melaporkan kejadian itu,menanggapi hal ini, Ia mengaku sudah memanggil pelaksana proyek tersebut.

Tetapi, tambah M Husen sejauh ini belum ada respon dari pihak terkait masalah ini, seraya mengharapkan masalah ini dapat diselesaikan sehingga tidak ada yang dirugikan.

“Saya benar-benar tidak tahu masalah proyek itu, karena belum ada laporan terkait pelaksanaannya,” katanya singkat.

Sementara itu, anggota DPRK Bireuen dari PKS, Yusriadi selaku menggarap proyek ini, saat dihubungi melalui Handpone dengan nomor 0823238324XX, tidak terhubung. Selanjutnya, melalui Short Massage Service (SMS) yang dikirimkan, juga tidak terbalas.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan dan  keterangan resmi dari anggota DPRK Bireuen dari Fraksi PKS, Yusriadi. ***

Kategori:Umum, Peristiwa, Aceh
wwwwww