Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
18 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
18 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Riau

Dekranasda Kampar Kembali Belajar Membatik di RAPP

Dekranasda Kampar Kembali Belajar Membatik di RAPP
Ibu-ibu Dekranasda Kampar melihat hasil batik dari pengrajin dari Rumah Batik Andalan Pelalawan.
Senin, 16 Juli 2018 20:39 WIB
PANGKALAN KERINCI - Setiap daerah di Indonesia sedang mengembangkan batik ciri khas masing-masing, tidak terkecuali Kabupaten Kampar. Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kampar Lasvita Siahaan mengatakan, mereka ingin belajar bagaimana Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengembangkan motif batik khas Pelalawan oleh Rumah Batik Andalan (RBA) yang sudah mendapatkan hak paten, salah satunya motif batik bono.

"Kami ingin belajar dan melihat bagaimana CD RAPP mengelola dan mengembangkan batik Pelalawan. Karena kami ingin mengembangkan batik di wilayah kami," ujar Lasvita.

Saat berkunjung ke Rumah Batik Andalan, salah satu peserta bernama Anik tampak antusias melihat proses pembuatan batik. Ia melihat satu persatu proses pengerjaan batik dari mencanting hingga mewarnai. Kemudian ia juga sempat berbincang-bincang dengan pembatik yang sedang bekerja di sana.

"Saya bersemangat belajar membatik di sini. Insyaallah saya akan wujudkan motto Batikku Sukses, Batik Kampar di Pundakku. Selama ini Jawa lah yang terkenal dengan batiknya, sekarang saatnya daerah-daerah di Riau punya batik ciri khas sendiri," ungkap Anik.

Direktur CD RAPP Marzum menyambut kembali kedatangan Dekranasda Kampar yang mengantar Sumber Daya Manusia (SDM) pengrajin batik nya ke RAPP.

"Kami sangat senang bisa terus berbagi ilmu dengan masyarakat Kampar. Kiranya Batik yang akan segera dikembangkan dapat menambah keberagaman batik Provinsi Riau," ujarnya.

Ia menambahkan saat ini Rumah Batik Andalan telah menghasilkan lima motif batik yang sudah dipatenkan diantaranya Bono, Akasia, Lakum, Timun Suri dan Eukaliptus. (rls)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:PON, Riau
wwwwww