Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Riau

Proyek PLTU Riau I di Peranap 'Dihentikan' KPK, Kadis ESDM: Pemprov tidak Terlibat

Proyek PLTU Riau I di Peranap Dihentikan KPK, Kadis ESDM: Pemprov tidak Terlibat
Selasa, 17 Juli 2018 22:35 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terseret kasus dugaan pelanggaran hukum dalam Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1 mengakibatkan proyek PLTU yang dirancang berkapasitas 2 x 300 MegaWatt tersebut dihentikan sementara.

Pemberhentian proyek ini menyusul setelah KPK menetapkan dua tersangka masing-masing anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih (EMS) dan pemegang saham BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, Indra Agus mengatakan, bahwa proyek yang berlokasi di Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) itu merupakan proyek strategis nasional (PSN). Sehingga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak dilibatkan dalam proyek ini.

"Secara ketentuan kita tidak terlibat baik izin atau rekomendasi karena hal tersebut PSN dan yang melaksanakan langsung PLD dari dana APBN," kata Indra kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Selasa (17/7/2018).

Pemprov Riau, lanjut Indra, tentu sangat menyambut baik program tersebut karena diharapkan dapat menambah cadangan energi listrik di Riau. Apalagi pembangunan proyek tersebut didanai oleh pusat.

"Kalau ditanya dibutuhkan atau tidaknya pasti dibutuhkan. Sebab dengan demikian cadangan energi listrik untuk Riau akan lebih memadai untuk seluruh Riau dan Sumatera," tuturnya.

Hal senada juga ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, bahwa Pemprov Riau tidak terlibat sama sekali dalam proyek PLTU Riau I tersebut. Kendati demikian, ia berharap proyek itu tetap dilanjutkan pengerjaannya.

''Untuk masalah kasus suap itu sendiri, kita tidak mau mengurus. Tapi, kita masih berharap besar agar proyek tersebut dapat berjalan dengan lancar karena bisa memberikan manfaat yang baik,'' kata Ahmad Hijazi. ***

wwwwww