Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Riau

Tren CPO Indonesia Terdampak Perang Dagang AS - China

Tren CPO Indonesia Terdampak Perang Dagang AS - China
Rabu, 18 Juli 2018 01:04 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Tren penurunan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia berdampak juga terhadap harga CPO Indonesia. Salah satu tekanan besar bagi harga CPO datang dari melemahnya harga minyak kedelai kontrak berjangka di Chicago Board of Trade.

"Penyebab dari anjloknya komoditas agrikultur unggulan Amerika Serikat (AS) ini adalah masih membaranya tensi perang dagang antara AS dan China," kata Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu di Pekanbaru, Selasa (17/7/2018).

Ia menerangkan, bahwa harga CPO memang banyak dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai, seiring persaingan mereka dalam memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

"Ketika harga minyak kedelai melemah, kecenderungannya adalah harga CPO akan ikut tertekan," ungkapnya.

Selain itu, penurunan tren CPO ini juga dipengaruhi oleh keputusan Pemerintah Malaysia sebagai produsen CPO untuk meneruskan kebijakan bea keluar sebesar 5 persen untuk produk CPO.

"Periode 18-24 Juli 2018 ini, harga CPO terpantau sebesar Rp7.004,40 dan harga kernel sebesar Rp5.056,64," tutupnya. ***

Kategori:Ekonomi, Riau
wwwwww