Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
13 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
13 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Minta Uang Preman, Gopal Diperiksa Polisi

Minta Uang Preman, Gopal Diperiksa Polisi
Gopal dan surat pernyataannya
Sabtu, 21 Juli 2018 07:19 WIB
Penulis: Fendry Nababan

LABUHANBATU - Saat melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) Polsekta Kotapinang dalam rangka pemberantasan premanisme, personel kepolisian berpakaian preman berhasil meringkus MG alias Gopal (29), Jumat (20/7/2018) sekira pukul 16.00 WIB.

Warga Jalan Kalapane, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, diamankan polisi saat menjalankan aksinya di Jalan M Ridwan, Kelurahan Kota Pinang.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang melalui Kapolsekta Kotapinang, Kompol SM Sitanggang menjelaskan, pelaku diamankan polisi karena tertangkap tangan meminta uang parkir kepada sopir yang melakukan bongkar muat.

"Pelaku juga meminta uang kepada pengendara sepeda motor yang parkir di pinggir Jalan M. Ridwan Kotapinang sebesar Rp. 5.000 dengan alasan uang SPSI, sedangkan pelaku tidak ikut membongkar barang dan juga tidak dapat memperlihatkan kartu identitas anggota SPSI ataupun kartu juru parkir," beber Kapolsek.

Di Mapolsek, pelaku mengakui perbuatannya. Namun, petugas mengembalikan pelaku ke pihak keluarga dikarenakan tidak ada warga yang membuat pelaporan/pengaduan.

"Terhadap pelaku dibuatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya," tutup Kapolsek mengakhiri.

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww